Wapres Kalla: Saatnya Rekonsiliasi Bangsa

Kompas.com - 17/04/2019, 22:23 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (5/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, usai pemungutan suara Pemilu 2019, para kontestan dan elite partai dari masing-masing kubu harus memulai upaya rekonsiliasi bangsa. Rekonsiliasi diperlukan setelah masyarakat terbelah karena berbeda pandangan politik.

Kalla menyarankan kedua capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk dapat menenangkan pendukung-pendukungnya, menunggu dan mengawasi hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bersama-sama memajukan bangsa Indonesia.

"Apabila sudah ada penghitungan akhir dari KPU, ya kita harus menerimanya dengan lapang dada, baik yang menang tentunya menerima, yang kalah akan menerima juga. Kita rekonsiliasi bangsa ini untuk bekerja pada masa depan yang lebih baik lagi," kata Kalla, dikutip dari Antara, Rabu (17/4/2019).

Baca juga: Kalla: Tingkat Partisipasi Pemilih Bisa di Atas 80 Persen

Kalla menilai wajar apabila ada perbedaan politik yang menyebabkan masyarakat Indonesia seakan terpecah. Namun situasi itu tidak boleh berkepanjangan hingga menghambat pembangunan bangsa.

"Ya semua pemilu di mana pun pasti ada perbedaan, jadi seakan-akan terbelah. Tapi setelah menerima keputusan dengan penghitugan terbuka, adil dan dapat dipercaya; maka kita harus ikhlas menerima itu dan bersama-sama membangun bangsa ini lebih baik lagi," jelasnya.

Baca juga: Usai Pilpres, Jusuf Kalla Ingin Urus Masalah Nasional, Pendidikan, dan Dunia

Wapres juga mengimbau kepada kedua capres dan para pendukungnya untuk tidak terlalu bergembira secara berlebihan. Kalla juga berharap, pihak yang menang merangkul yang kalah untuk bergabung membangun Indonesia.

"Mungkin saja Pak Prabowo, kalau dia kalah katakanlah begitu, ingin kembali lagi bisnis tentu pemerintah harus memberikan jalan yang baik, atau sebaliknya. Semuanya harus seperti itu, tidak ada dendam lagi, menghilangkan dendam dan menghilangan semua perbedaan pandangan selama tujuh bulan ini," ujarnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKrisiandi
SumberAntara

Terkini Lainnya


Close Ads X