Kompas.com - 17/04/2019, 20:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersyukur atas hasil hitung cepat atau quick count yang menunjukkan bahwa partainya mendapat kenaikan jumlah pemilih pada Pemilu 2019.

Hasto berharap hasil itu sama dengan penghitungan resmi yang akan dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami mengucapkan syukur atas kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan, karena kami pernah punya pengalaman kalah di 2004. Karena itu kami terus memperbaiki diri," ujar Hasto saat ditemui di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4//2019).

Baca juga: Hasil Quick Count Sementara 10 Lembaga untuk Pilpres 2019

Menurut Hasto, partainya terus melakukan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, PDI Perjuangan tidak menoleransi kader yang terbukti terlibat kasus korupsi.

"Kami memperkenalkan pemecatan seketika. Siapa pun tidak diizinkan dicalonkan sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah maupun legislatif," kata Hasto.

Selain itu, PDI Perjuangan juga memperkuat kompetensi kader melalui sekolah partai. Upaya itu dilakukan melalui seleksi psikotes secara digital dengan bekerja sama dengan himpunan ahli psikologi.

Menurut Hasto, manajemen partai terus mengalami penyempurnaan. PDI Perjuangan satu-satunya partai politik yang mendapat sertifikat ISO 2001 pada 2015.

Baca juga: Ini Hasil Quick Count Kompas Pileg DPR Data 60,65 Persen

"Kepercayaan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk terus memperbaiki diri dan terutama memperkuat sekolah partai sebagai pusat penggemblengan kepemimpinan bagi anak bangsa," kata Hasto.

Menurut Hasto, daerah yang menjadi lumbung suara partainya tidak jauh berbeda dengan lumbung suara dukungan bagi calon presiden Joko Widodo.

Beberapa daerah tersebut yakni, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, hingga pukul 20.00 WIB, PDI Perjuangan mendapat perolehan suara 20,45 persen.

Angka tersebut lebih besar dari perolehan suara pada pemilu 2014 yang sebesar 18,95 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tak Ingin Komentar Soal Nasdem Usung Anies Capres: Kita Masih Dalam Suasana Duka

Jokowi Tak Ingin Komentar Soal Nasdem Usung Anies Capres: Kita Masih Dalam Suasana Duka

Nasional
Kerusuhan di Kanjuruhan, Jokowi: Berikan Sanksi ke yang Bersalah

Kerusuhan di Kanjuruhan, Jokowi: Berikan Sanksi ke yang Bersalah

Nasional
PDI-P Enggan Komentari Nasdem yang Usung Anies Sebagai Capres: Tugas Partai Belum Selesai

PDI-P Enggan Komentari Nasdem yang Usung Anies Sebagai Capres: Tugas Partai Belum Selesai

Nasional
Nasdem Resmi Usung Anies Baswedan, PKS Belum Tentukan Sikap

Nasdem Resmi Usung Anies Baswedan, PKS Belum Tentukan Sikap

Nasional
MIND ID Gandeng ARRIVAL Siapkan Rencana Pengembangan Bisnis Kendaraan Listrik

MIND ID Gandeng ARRIVAL Siapkan Rencana Pengembangan Bisnis Kendaraan Listrik

Nasional
Andika Janji Usut Prajurit TNI yang Tendang dan Pukul Suporter dalam Tragedi Kanjuruhan

Andika Janji Usut Prajurit TNI yang Tendang dan Pukul Suporter dalam Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Indonesia Harap Hasil Pembahasan Pimpinan KTT G20 Dapat Dirangkum dalam 34 Paragraf

Indonesia Harap Hasil Pembahasan Pimpinan KTT G20 Dapat Dirangkum dalam 34 Paragraf

Nasional
Puan-Airlangga Dijadwalkan Bertemu 8 Oktober, Bahas Pilpres 2024

Puan-Airlangga Dijadwalkan Bertemu 8 Oktober, Bahas Pilpres 2024

Nasional
Nasdem Deklarasi Capres 2024, Demokrat: Anies Selaras dengan Nilai yang Kami Perjuangkan

Nasdem Deklarasi Capres 2024, Demokrat: Anies Selaras dengan Nilai yang Kami Perjuangkan

Nasional
Ditanya soal Pilkada DKI 2024, Anies Sebut Fokus Jadi Capres Nasdem

Ditanya soal Pilkada DKI 2024, Anies Sebut Fokus Jadi Capres Nasdem

Nasional
Presiden PKS Klaim Anies Simbol Perubahan Indonesia

Presiden PKS Klaim Anies Simbol Perubahan Indonesia

Nasional
Bertolak Menuju Batang, Jokowi Akan Lakukan 'Groundbreaking' Pabrik Pipa

Bertolak Menuju Batang, Jokowi Akan Lakukan "Groundbreaking" Pabrik Pipa

Nasional
Golkar Tak Tutup Komunikasi dengan Nasdem Pascadeklarasi Anies Capres 2024

Golkar Tak Tutup Komunikasi dengan Nasdem Pascadeklarasi Anies Capres 2024

Nasional
Soal Kerusuhan Kanjuruhan, Politisi PDI-P: Jangan Hanya Evaluasi, Harus Ada Hasil

Soal Kerusuhan Kanjuruhan, Politisi PDI-P: Jangan Hanya Evaluasi, Harus Ada Hasil

Nasional
Soal Akhir Pandemi, Menkes: WHO yang Akan Cabut Secara Resmi

Soal Akhir Pandemi, Menkes: WHO yang Akan Cabut Secara Resmi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.