Jokowi Mengaku Tak Kumpul Bareng Koalisi Usai Mencoblos

Kompas.com - 17/04/2019, 10:47 WIB
Jokowi didampingi istri, Iriana Jokowi, mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 008 yang terletak di pelataran gedung Lembaga Administrasi Negara, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Fabian Januarius Kuwado/KOMPAS.comJokowi didampingi istri, Iriana Jokowi, mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 008 yang terletak di pelataran gedung Lembaga Administrasi Negara, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengaku tidak berkumpul dengan para pendukungnya seusai menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Jokowi didampingi istri, Iriana Jokowi mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 008 di pelataran gedung Lembaga Administrasi Negara, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

"Ngga ada, ngga ada," kata Jokowi seusai mencoblos.

Baca juga: Jokowi: Ploongggg...

Wartawan mencoba terus mengorek rencana kegiatan Jokowi seusai mencoblos. Apakah berkumpul dengan para ketua umum parpol atau bersama Cawapresnya, Ma'ruf Amin.

Namun, ia enggan mengungkapkan.

"Setelah ini makan," jawab Jokowi.

"Habis ini kemana, pak?" tanya wartawan lagi.

"Setelah ini makan, tadi dibilang kok," jawab Jokowi disambut senyum Iriana yang berdiri di sampingnya.

Kepada wartawan, Jokowi mengaku lega setelah menggunakan hak pilihnya. Ia optimistis menang Pilpres.

Meski demikian, ia meminta semua pihak menunggu hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Tes PCR 15.000 Per Minggu, Jabar Lakukan Penguatan Kesiapan Laboratorium

Kejar Tes PCR 15.000 Per Minggu, Jabar Lakukan Penguatan Kesiapan Laboratorium

Nasional
KSAL Tinjau Progres Pembangunan Markas Koarmada III Sorong

KSAL Tinjau Progres Pembangunan Markas Koarmada III Sorong

Nasional
Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Program Kampung Tangguh Nusantara di Banten

Panglima TNI dan Kapolri Resmikan Program Kampung Tangguh Nusantara di Banten

Nasional
Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Tak Punya Perjanjian Ekstradisi, Begini Cara Pemerintah Bawa Maria Pauline Lumowa dari Serbia....

Nasional
Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Klaster Baru Penularan Covid-19 di Secapa AD yang Belum Diketahui Sumbernya...

Nasional
Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan 'Lampu Merah' dari Presiden Jokowi

Penambahan Kasus Covid-19 Tertinggi dan "Lampu Merah" dari Presiden Jokowi

Nasional
[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

[POPULER NASIONAL] Rekam Jejak Maria Pauline Lumowa | Rekor Kasus Baru Covid-19

Nasional
Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Akhir Pelarian Tersangka Pembobol Bank BNI Setelah 17 Tahun Buron

Nasional
Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Indonesia Mampu Produksi Alat Rapid Test, per Unit Harganya Rp 75.000

Nasional
Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Menko PMK: Tidak Ada Alasan Tak Percaya Diri dengan Ventilator Dalam Negeri

Nasional
Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Pemerintah Akan Beri Sanksi RS dengan Tarif Rapid Test di Atas Rp 150.000

Nasional
Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Tanoto Foundation Gandeng Pusdiklat Kesos untuk Cegah Stunting

Nasional
Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Curhat Seorang Dokter ke Jokowi, Distigma hingga Diintimidasi Keluarga Pasien Covid-19

Nasional
Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Tak Langsung Periksa Maria Pauline Lumowa, Bareskrim: Dia Sedang Istirahat

Nasional
Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Pembentukan Komisi Independen Dianggap Perlu Diatur dalam RUU PDP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X