Megawati, TPS Kebagusan dan Memori Kemenangan pada 2014

Kompas.com - 17/04/2019, 07:22 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani dan Joko Widodo berjalan dari rumahnya menuju TPS 35, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014). KOMPAS.com/Indra AkuntonoKetua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi Puan Maharani dan Joko Widodo berjalan dari rumahnya menuju TPS 35, di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 di tempat pemungutan suara (TPS) yang terletak di Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, Megawati akan mencoblos bersama keluarga.

Meski saat ini tinggal di rumah yang berada di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Presiden kelima RI itu selalu mengikuti pemungutan suara di dekat kediamannya yang lama di Kebagusan.

Lokasi TPS yang berada tepat di depan kediaman Mega tersebut memiliki nilai historis. Pada pilkada DKI Jakarta 2012, Mega menggunakan hak pilihnya di Kebagusan didampingi Joko Widodo yang saat itu masih menjadi calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra.

Baca juga: Ini Instruksi Ketum PDI-P Megawati Jelang Hari Pencoblosan

Kemenangan pun diraih. Jokowi bersama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Tradisi kemenangan berlanjut pada pemilihan presiden 2014. Saat itu, Megawati kembali didampingi Jokowi ketika memberikan hak pilih dalam pemilihan legislatif di TPS 35, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada April 2014.

Jokowi bersama istrinya Iriana hadir di Kebagusan setelah memberikan hak suaranya di TPS 27, Menteng, Jakarta Pusat, pada pagi tadi.

Setelah beramah-tamah, rombongan keluarga Megawati langsung menuju TPS 35 yang lokasinya persis di depan rumah. Selain didampingi Jokowi, Megawati juga didampingi oleh putrinya Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, calon presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, calon wakil presiden Jusuf Kalla, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (duduk kiri-kanan) menggelar jumpa pers tentang hasil hitung cepat pemungutan suara Pemilu Presiden 2014 di Kebagusan, Jakarta, Rabu (9/7/2014).KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, calon presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, calon wakil presiden Jusuf Kalla, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (duduk kiri-kanan) menggelar jumpa pers tentang hasil hitung cepat pemungutan suara Pemilu Presiden 2014 di Kebagusan, Jakarta, Rabu (9/7/2014).

Pada saat itu, pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam perolehan suara di tempat pemungutan suara.

Dari hasil penghitungan akhir di TPS itu, perolehan suara Jokowi-JK lebih banyak 61 suara dibanding perolehan suara Prabowo-Hatta. 

Keunggulan ternyata tak cuma di Kebagusan. Jokowi-Jusuf Kalla unggul secara perolehan suara nasional. Keduanya pun dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

Pada pemilu kali ini, rencananya para ketua umum parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin akan berkumpul di kediaman Mega di Kebagusan, untuk memantau hasil hitung cepat.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baleg Gelar RDPU RUU Pemilu, DKPP Diusulkan Kembali Jadi Lembaga Ad Hoc

Baleg Gelar RDPU RUU Pemilu, DKPP Diusulkan Kembali Jadi Lembaga Ad Hoc

Nasional
Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Ingin Hidupkan Pam Swakarsa

Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Ingin Hidupkan Pam Swakarsa

Nasional
Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai Pekan Depan

Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai Pekan Depan

Nasional
Ceritakan Perjalanan Karier, Jaksa Pinangki Mengaku Tak Pernah Duduki Jabatan Strategis

Ceritakan Perjalanan Karier, Jaksa Pinangki Mengaku Tak Pernah Duduki Jabatan Strategis

Nasional
Soal Banjir Kalsel, Moeldoko Klaim Pemerintah Tak Obral Izin Tambang dan Sawit

Soal Banjir Kalsel, Moeldoko Klaim Pemerintah Tak Obral Izin Tambang dan Sawit

Nasional
Sambil Menangis, Jaksa Pinangki Mengaku Menyesal Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Sambil Menangis, Jaksa Pinangki Mengaku Menyesal Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Nasional
KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Juliari Batubara

KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Juliari Batubara

Nasional
Tanggapi Moeldoko soal Menteri Positif Covid-19, Epidemiolog: Harus Diumumkan

Tanggapi Moeldoko soal Menteri Positif Covid-19, Epidemiolog: Harus Diumumkan

Nasional
Menteri Tak Umumkan Terpapar Covid-19, Epidemiolog: Belum Terlambat Bilang Maaf

Menteri Tak Umumkan Terpapar Covid-19, Epidemiolog: Belum Terlambat Bilang Maaf

Nasional
Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Epidemiolog: Pengumuman Pejabat Publik yang Positif Covid-19 Bisa Perkuat Pesan Pencegahan

Nasional
Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Pemerintah Berencana Perpanjang PPKM, Moeldoko Singgung Kedisiplinan Masyarakat

Nasional
KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

KPK Bentuk Satgas Khusus Buru Buronan, Salah Satunya Harun Masiku

Nasional
Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa Deputi Direktur hingga Pimpinan Perusahaan

Nasional
Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Apresiasi Komitmen Listyo, Komnas HAM Berharap Rekomendasi soal Penembakan FPI Segera Ditindaklanjuti

Nasional
Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Kemenkes Sebut Vaksinasi Mandiri Covid-19 Bisa Percepat Herd Immunity

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X