Kirim Pemantau ke 15 Provinsi, KIPP Sebut Aceh dan Papua Jadi Daerah Paling Rawan

Kompas.com - 17/04/2019, 06:24 WIB
Rancangan denah tempat pemungutan suara yang dipresentasikan KPU dalam diskusi tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Diskusi diikuti perwakilan dari sejumlah lembaga pemantau pemilu untuk membahas dan meminta masukan untuk penyelenggaraan pilkada serentak yang berkualitas.

 *** Local Caption *** Persiapan Jelang Pilkada Serentak - Rancangan denah tempat pemungutan suara yang dipresentasikan KPU pada diskusi tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada Pilkada serentak Desember mendatang di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (29/9). Diskusi yang diikuti perwakilan dari sejumlah lembaga pemantau pemilu tersebut untuk membahas dan meminta masukan untuk penyelenggaraan pilkada serentak yang baik. KOMPAS/HERU SRI KUMORORancangan denah tempat pemungutan suara yang dipresentasikan KPU dalam diskusi tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2015 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (29/9/2015). Diskusi diikuti perwakilan dari sejumlah lembaga pemantau pemilu untuk membahas dan meminta masukan untuk penyelenggaraan pilkada serentak yang berkualitas. *** Local Caption *** Persiapan Jelang Pilkada Serentak - Rancangan denah tempat pemungutan suara yang dipresentasikan KPU pada diskusi tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada Pilkada serentak Desember mendatang di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (29/9). Diskusi yang diikuti perwakilan dari sejumlah lembaga pemantau pemilu tersebut untuk membahas dan meminta masukan untuk penyelenggaraan pilkada serentak yang baik.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aceh dan Papua termasuk dalam wilayah yang memiliki kerawanan dalam proses pemilu menurut catatan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).

Majelis Nasional KIPP, Standarkiaa Latief, mengatakan peta kerawanan itu yang menjadi dasar penempatan para relawannya. Total, mereka telah mengirimkan 10.000 relawan pemantau pemilu ke 15 provinsi.

"Aceh, Papua, itu kategori hotspot area, kalau dari pengalaman pilkada, pileg, pilpres, itu rawan konflik, termasuk Jawa, di beberapa daerah tertentu," kata Standarkiaa saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Menurut dia, masa transisi dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menjadi momen paling rawan terjadinya kecurangan.

Baca juga: Publik Diharap Aktif Awasi Pemilu 2019 hingga Penghitungan Suara

Salah satu modus kecurangan yang berpotensi terjadi di momen rawan itu misalnya dengan mengganti kertas plano hasil rekapitulasi suara.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kaa Standarkiaa, modus seperti itu kerap kali terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rekap itu kan kelihatan semua di plano, sinkron dengan (form model) C1, tapi ketika surat suara sudah dihitung semua di TPS, dia mau berpindah ke tingkat kecamatan ata PPK, kertas plano kan bukti dasar, terganti," ujarnya.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Apa Saja Yang Dibawa Ke TPS

Selain itu, modus kerawanan lain terjadi saat saksi tak memperhatikan jalannya proses pemilu.

Ia menuturkan saksi bisa saja memiliki keperluan untuk buang air kecil atau mengurusi anaknya, sehingga potensi kecurangan saat itu sangatlah tinggi.

Kemudian, potensi kecurangan dapat pula melibatkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Standarkiaa mengatakan, pemilu dapat berjalan lancar dan damai jika seluruh pihak terkait mematuhi aturan yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Nasional
Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Nasional
Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.