Ketua PBNU Harap Penambahan Kuota Haji Dimanfaatkan untuk Calon Jemaah Lansia

Kompas.com - 15/04/2019, 18:45 WIB
Calon jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 6 melakukan pendataan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/7/2018). Sebanyak 24.524 calon jemaah haji dan 315 petugas akan diberangkatkan dari Asrama Haji embarkasi Jakarta. MAULANA MAHARDHIKACalon jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 6 melakukan pendataan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/7/2018). Sebanyak 24.524 calon jemaah haji dan 315 petugas akan diberangkatkan dari Asrama Haji embarkasi Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siradj berkomentar soal penambahan kuota haji asal Indonesia usai pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Kerajaan Saudi Muhammad bin Salman.

Said berharap penambahan kuota tersebut bisa diprioritaskan untuk calon jemaah yang sudah lansia.

"Yang pasti, yang mendapatkan kesempatan baik ini adalah jamaah yang berusia tua, sudah uzur," ujar Said di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Arab Saudi Tambah Kuota Haji Indonesia Menjadi 231.000 Jemaah


 

Said mengatakan, ajal memang tidak bergantung pada usia seseorang. Namun, sebaiknya lansia tetap diprioritaskan karena memiliki keterbatasan ketahanan fisik.

Dia pun berterima kasih kepada Jokowi dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud atas penambahan kuota haji ini.

"Dengan penambahan ini maka (kuota haji) jadi 231.000. Ini atas nama umat Islam saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih," ujar Said.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi kembali menambah kuota jemaah haji asal Indonesia sebesar 10.000 orang.

Baca juga: UU Disahkan, Calon Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan

Hal tersebut dibenarkan Wakil Menteri Luar Negeri M. Fachir saat dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

"Iya, kita kan sudah dapat 10.000," ujar Fachir.

Dengan demikian, kuota jemaah haji asal Indonesia dari 221.000 jemaah, bertambah menjadi 231.000 jemaah.

"Untuk pengaturannya, nanti mungkin ada sendiri. Tapi yang penting, ini keputusan politik," ujar Fachir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X