Kompas.com - 15/04/2019, 17:21 WIB
Juru Bicara BPN Ferry Mursyidan Baldan di Seknas Prabowo-Sandiaga, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comJuru Bicara BPN Ferry Mursyidan Baldan di Seknas Prabowo-Sandiaga, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) akan mengoptimalkan saksi dari partai koalisi Indonesia makmur untuk mengawal dan menjaga suara di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019.

Saksi dari parpol pendukung dinilai sudah memetakan sejumlah daerah-daerah yang menjadi perhatian khusus di pemilu.

"Saya kira ada partai koalisi yang menjadi penopang utamanya. Kita meminta mereka mengoptimalkan saksi di TPS," ujar Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan di kantor Amnesty International, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Baca juga: BPN Prabowo-Sandi Imbau Semua Pihak Jaga Keamanan Pelaksanaan Pemilu

Ferry menjelaskan, setiap parpol memiliki saksi hingga kabupaten/kelurahan yang sudah terpetakan setiap daerah pemilihan (dapil). Namun demikian, ia juga mengimbau relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membantu para saksi parpol koalisi di dapil.

Parpol koalisi, lanjutnya, juga memiliki jaringan hingga ke daerah-daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Setiap parpol juga sudah ditugasi untuk fokus mengawal suara di sejumlah wilayah.

"Mereka akan saling berbagi tugasnya, misalnya di daerah Sumatera parpol siapa dan seterusnya. Jika mereka kekurangan saksi, relawan akan mendukung dan membantu," ucapnya.

Baca juga: Bantah Prabowo, Wapres Kalla Sebut Tak Ada Deindustrialisasi

Para relawan, seperti diungkapkan Ferry, juga bertugas membantu saksi parpol dengan memfoto hasil-hasil pemilihan di sejumlah TPS. Foto tersebut kemudian dikirimkan ke tim BPN pusat.

"Relawan nanti melaporkan tugasnya untuk memfoto hasil pemilihan lalu dikirim ke kami. Nanti ada tim TI dan saksi yang akan mengintegrasikan laporan-laporan itu," jelasnya.

Namun demikian, Ferry menegaskan tidak seluruh relawan dikerahkan untuk mengawal dan menjaga suara di TPS. Sebab, tidak semua relawan memiliki keterampilan dalam mengawal suara di TPS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Ironi Sutan Sjahrir, Pendiri Bangsa yang Wafat dalam Status Tahanan Politik

Nasional
Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Tanggapi Somasi, Kubu Moeldoko: Satu Dagelan Konyol, SBY Dikejar Karma Luar Biasa

Nasional
Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Menkes Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

Nasional
Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Bantah Isu Musyawarah Luar Biasa, Yaqut: PKB Partai Paling Solid Dunia Akhirat

Nasional
Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Polri Klaim Sudah Pantau Video Jozeph Paul Zhang Sebelum Viral

Nasional
Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Pakar Hukum: Ada Penelitian Sebut SP3 Potensi Jadi Tempat Jual-Beli Perkara

Nasional
Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Polri Duga Jozeph Paul Zhang yang Mengaku Nabi ke-26 Ada di Jerman

Nasional
K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

K3I Apresiasi Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Bagi Masyarakat

Nasional
Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Cari Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Komunikasi dengan Otoritas Jerman dan Hong Kong

Nasional
Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X