Peserta Pemilu Diimbau Tak Gelar Pawai Kemenangan Pascapencoblosan 17 April

Kompas.com - 15/04/2019, 14:02 WIB
Menteri Koordinator bidang Polhukam Wiranto melakukan video konferensi dengan jajaran di seluruh daerah terkait pemungutan suara Pemilu 2019, Senin (15/4/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinMenteri Koordinator bidang Polhukam Wiranto melakukan video konferensi dengan jajaran di seluruh daerah terkait pemungutan suara Pemilu 2019, Senin (15/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengimbau kepada peserta Pemilu 2019 untuk tak menggelar kerumunan massa untuk pesta kemenangan setelah selesai waktu pencoblosan, 17 April 2019 mendatang.

"Kan setelah pencoblosan ada quick count. Dari situ, kami meminta ke semua peserta Pemilu, baik caleg atau yang lain tidak melaksanakan pawai kemenangan dengan mobilisasi massa," ujar Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (15/4/2019).

Pemerintah mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu ini untuk menunggu hasil rekapitulasi suara resmi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca juga: Jelang Pencoblosan, Pemerintah Pastikan Tak Ada Eksodus Warga ke Luar Negeri

Wiranto mengatakan, mobilisasi massa seperti itu dapat menimbulkan sentimen negatif dari kubu lawan serta berpotensi menyebabkan konflik horizontal.

"Kecuali kalau syukuran kemenangannya di rumah masing-masing, baru itu boleh. Tetangga kiri kanan datang, boleh. Tapi kalau di muka umum, akan dilarang kepolisian," ujar Wiranto.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menambahkan, imbauan itu telah dikaji berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan di Dalam Menyatakan Pendapat di Muka Umum.

"Jadi, mobilisasi massa yang kami nilai tidak sesuai dengan undang-undang itu, akan dilarang," ujar Tito.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Tim DVI Polri Imbau Masyarakat Beri Data Lebih Banyak soal Korban SJ 182

Nasional
BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Kepala BNPB Minta Warga di Wilayah Terdampak Gempa Sulawesi Barat Tak Terpengaruh Hoaks

Nasional
Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Jubir Vaksin: OTG Tetap Bisa Divaksin Covid-19

Nasional
Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Hari ke-9, Tim DVI Polri Terima 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya SJ-182

Nasional
PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

PMI Kirim 10 Unit Truk Tangki Air Bersih untuk Korban Gempa Sulbar

Nasional
Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Listyo Sigit, Calon Tunggal Kapolri dan Peta Dukungan di Parlemen

Nasional
BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

BNPB: Banjir dan Longsor di Manado, 500 Jiwa Mengungsi, 5 Orang Tewas

Nasional
UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

UPDATE Data BNPB: Korban Meninggal Longsor Sumedang 28 Orang

Nasional
UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE 17 Januari: Bertambah di Inggris dan Kuwait, Total 2.816 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Periksa Dirut RS Ummi, Polisi: Awalnya Dikatakan Sakit, Ternyata Sehat

Nasional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Nasional
Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Listyo Sigit Minta Wejangan ke Sejumlah Mantan Kapolri

Nasional
BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

BNPB: Jumlah Korban Meninggal Gempa Majene 56 Orang

Nasional
Jokowi Teken Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme

Jokowi Teken Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X