Kompas.com - 15/04/2019, 10:06 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menduga semakin mendekati hari pelaksanaan Pemilu 2019, hoaks akan semakin marak dengan masifnya video dan foto yang tidak benar. Secara umum, hoaks masih menyasar kepada penyelenggara pemilu.

"Dampak yang mungkin muncul di hari H (hari pencoblosan) adalah bertaburnya video dan foto di lokasi dengan pemahaman konteks yang keliru sehingga bisa menimbulkan banjir hoaks yang bisa merusak penyelenggara pemilu," ujar penggagas Mafindo Septiaji Eko Nugroho kepada Kompas.com, Senin (15/4/2019).

Jika bicara jumlah dan dampak, lanjut Septiaji, akan signifikan jelang pencoblosan. Menurutnya, isu apapun terkait pemilu akan sangat masif penyebarannya.

Baca juga: 5 Fakta Persidangan Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Septiaji menjelaskan, marak dan masifnya hoaks diakibatkan masyarakat yang kini tengah memantengi semua grup Whatsapp dan media sosial untuk isu pemilu.

"Masyarakat yang kurang teliti dan tidak paham melakukan verifikasi informasi, rentan terpapar hoaks, bahkan juga bisa ikut menyebarkan," ungkapnya kemudian.

Pemilu yang menyisakan dua hari ini, seperti diungkapkan Septiaji, akan mendorong masyarakat untuk kian intensif menggunakan media sosial dan Whatsapp. Isu-isu terkait pelaksanaan pemilu menjadi hal yang dicari masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Analisis Komisioner soal Sistematisnya Hoaks yang Menyerang KPU

"Misalnya beberapa video dari lokasi pencoblosan luar negeri yang kemudian memunculkan isu di media sosial, seperti di Sydney dan Hongkong," paparnya.

Septiaji menambahkan, kandidat dan para pendukung caleg maupun paslon capres-cawapres juga menjadi target dari munculnya hoaks di dalam negeri.

"Seperti adanya akun palsu yang mencatut nama aktor politik atau pendukung tertentu di media sosial. Kemudian hal itu menjadi isu yang dibesar-besarkan oleh oknum tertentu," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakal Tindak Tegas, Mahfud Minta Praktik Pinjol Ilegal Segera Dihentikan

Bakal Tindak Tegas, Mahfud Minta Praktik Pinjol Ilegal Segera Dihentikan

Nasional
Sebaran 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Sebaran 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Usah Bayar Utang ke Pinjol Ilegal

Mahfud Minta Masyarakat Tak Usah Bayar Utang ke Pinjol Ilegal

Nasional
Naiki Rantis Paspampres, Jokowi Sapa Masyarakat di Tarakan

Naiki Rantis Paspampres, Jokowi Sapa Masyarakat di Tarakan

Nasional
Mahfud Tegaskan Bakal Tindak Tegas Praktik Pinjol Ilegal

Mahfud Tegaskan Bakal Tindak Tegas Praktik Pinjol Ilegal

Nasional
KPK Tahan Tersangka Kasus Proyek Jalan Lingkar Bengkalis, Tak Dihadirkan karena Sakit

KPK Tahan Tersangka Kasus Proyek Jalan Lingkar Bengkalis, Tak Dihadirkan karena Sakit

Nasional
Maulid Nabi Muhammad, Menag Ingatkan untuk Berempati dan Mengelola Perbedaan

Maulid Nabi Muhammad, Menag Ingatkan untuk Berempati dan Mengelola Perbedaan

Nasional
Pemerintah Diminta Lakukan Segala Cara agar Sanksi dari WADA Cepat Dicabut

Pemerintah Diminta Lakukan Segala Cara agar Sanksi dari WADA Cepat Dicabut

Nasional
Aturan Masuk bagi WNI dan WNA ke Indonesia Melalui Penerbangan Internasional...

Aturan Masuk bagi WNI dan WNA ke Indonesia Melalui Penerbangan Internasional...

Nasional
UPDATE 19 Oktober: Positivity Rate Kasus Positif Covid-19 Harian 1,84 Persen

UPDATE 19 Oktober: Positivity Rate Kasus Positif Covid-19 Harian 1,84 Persen

Nasional
UPDATE 19 Oktober: Ada 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 19 Oktober: Ada 16.697 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Tambah 50 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Kini 143.049

UPDATE: Tambah 50 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Kini 143.049

Nasional
UPDATE 19 Oktober: 903 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi

UPDATE 19 Oktober: 903 Kasus Covid-19 Baru, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Kominfo: Hoaks Terkait Vaksin Covid-19 Jumlahnya Ribuan, Paling Banyak Beredar di WhatsApp

Kominfo: Hoaks Terkait Vaksin Covid-19 Jumlahnya Ribuan, Paling Banyak Beredar di WhatsApp

Nasional
Propam Koordinasi dengan Itwasum Polri Terkait Kasus Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang

Propam Koordinasi dengan Itwasum Polri Terkait Kasus Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.