Sandiaga: Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Dikeluhkan Ibu Nurjannah

Kompas.com - 13/04/2019, 20:47 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berbicara dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen saat ini sebagai jebakan.

Ia mengklaim dalam kunjungan kampanye ke berbagai daerah, banyak warga yang mengeluhkan pertumbuhan ekonomi lantaran tak berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka.

Hal itu disampaikan Sandiaga dalam debat kelima Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

"Kami melihat dan mendengar langsung dari masyarakat. Ekonomi bertumbuh sekarang belum dirasakan. Lapangan pekerjaan belum tercipta. Pertumbuhan ekonomi 5 persen dikeluhkan Ibu Nurjanna di Langkat, Sumatera Utara. Ibu Nurjannah bilang sepi pelanggan ke tokonya," ujar Sandiaga.

Karena itu, ia mengatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga menawarkan pembukaan lapangan pekerjaan seluas-luasnya untuk menyejahterakan masyarakat.

Ia mengatakan sudah selayaknya pertumbuhan ekonomi juga membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin.

"Pertumbuhan ekonomi harus menumbuhkan lapangan kerja," lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X