Kompas.com - 12/04/2019, 21:09 WIB

"Ternyata kampanye yang saya lakukan itu teman-teman banyak yang tertarik, wah ini baru nih enggak cuma ngomong janji, tapi apa yang udah pernah dilakukan, program kerjanya apa, plus ya enggak ngomong soal politik lah. Tapi benar-benar isu dan program yang diangkat," kata dia.

Baca juga: Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Lulusan S2 Teologi Gender Universitas Kristen Duta Wacana ini juga bersyukur mendapatkan banyak dukungan dari warganet ke akun Instagram dan Facebooknya. Hal itu membuktikan apa yang sedang ia perjuangkan mendapat dukungan positif dan patut dilanjutkan.

Anggi menganggap aktivitas kunjungan ke para calon pemilih menyenangkan. Sebab, saat menjadi pegiat isu disabilitas, ruang lingkup daerah yang dicapai terbatas. Kini, ia bisa bertemu para pemilih di berbagai daerah.

"Tantangannya, karena ternyata masih banyak teman-teman yang sulit menuju akses jalan utama di luar kondisi disabilitasnya ya. Tapi memang masih banyak yang sulit mengakses jalan utama dan ini saya rasa PR sangat penting dan kedua adalah kondisi teman-teman disabilitas itu sendiri juga masih perlu diperhatikan," kata dia.

Logistik dan dana kampanye

Lantas, bagaimana dengan persiapan logistik? Ia mengaku tak menyiapkan banyak hal dalam menghadapi pemilu. Sebab, ia juga tak memiliki harta yang berlebihan. Anggi pun juga tak memiliki gambaran awal perkiraan dana kampanye yang dibutuhkan.

"Enggak ada ya. Saya orang LSM mesti dapat logistik dari apa juga? Ini pengalaman pertama, Mas. Ini benar-benar terjun, benar-benar buta, belum ada pengalaman (sebagai anggota legislatif)," ujarnya.

Anggi bersyukur ia mendapatkan dukungan dari partai. Nasdem, kata dia, memfasilitasi konsumsi ringan saat bertemu dengan pemilih, alat peraga kampanye dan kendaraan operasional partai. Menurut dia, dukungan itu sudah sangat membantunya.

Ia tidak mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk keperluan tersebut. Pemasangan spanduk dan baliho pun ditempatkan di sekitar lingkungan komunitas yang sudah ia kunjungi.

Anggi tak ambil pusing soal spanduk, baliho dan jenis alat kampanye lainnya. Ia hanya fokus menggiatkan kunjungan ke calon pemilihnya.

"Kemudian sosialisasi tentang kertas suara, bagaimana Anda memilih, mengapa isu disabilitas itu penting. Dan apa yang harus anda lalukan kalau kondisi disabilitas ditolak untuk melakukan pemilihan, gitu," katanya.

Baca juga: Cerita Caleg: Soal Ongkos Politik, Arsul Sani Berutang kepada Sang Ayah

Penyandang akondroplasia ini pun menegaskan, tak ada sama sekali uang yang ia serahkan untuk partai terkait pencalonannya sebahai caleg.

"Enggak ada, itu benar-benar tidak ada," ujarnya.

Hanya saja, ia tetap mempersiapkan keuangan pribadinya jika memang ada keperluan terkait kampanye. Meski demikian, Anggi tak menyebutkan berapa kisaran pengeluarannya sebelum dan sesudah menjadi caleg.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deregulasi Pemerintah yang Mendorong Perkembangan Investasi

Deregulasi Pemerintah yang Mendorong Perkembangan Investasi

Nasional
9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi

Nasional
Yenny Wahid Sebut Tjahjo Kumolo Anak Ideologis Bung Karno

Yenny Wahid Sebut Tjahjo Kumolo Anak Ideologis Bung Karno

Nasional
Pesan Tjahjo Kumolo kepada Keluarga: Bapak Ingin Meninggal saat Bertugas....

Pesan Tjahjo Kumolo kepada Keluarga: Bapak Ingin Meninggal saat Bertugas....

Nasional
BERITA FOTO: [Obituari] Tjahjo Kumolo: Golkar, PDI-P dan Mobil Pribadi

BERITA FOTO: [Obituari] Tjahjo Kumolo: Golkar, PDI-P dan Mobil Pribadi

Nasional
Melayat ke Rumah Duka, Henry Yosodiningrat Kenang Kado Ultah dari Tjahjo Kumolo

Melayat ke Rumah Duka, Henry Yosodiningrat Kenang Kado Ultah dari Tjahjo Kumolo

Nasional
3 Saran Imparsial untuk Benahi Pemahaman HAM Bagi Anggota Polri

3 Saran Imparsial untuk Benahi Pemahaman HAM Bagi Anggota Polri

Nasional
Lagi, Ahmad Sahroni Laporkan Adam Deni ke Polisi, Kini soal Tuduhan Fitnah

Lagi, Ahmad Sahroni Laporkan Adam Deni ke Polisi, Kini soal Tuduhan Fitnah

Nasional
Dituding Korupsi oleh Adam Deni, Kuasa Hukum Sahroni: Biarkan KPK Bekerja

Dituding Korupsi oleh Adam Deni, Kuasa Hukum Sahroni: Biarkan KPK Bekerja

Nasional
Imparsial Minta Polri Perkuat Netralitas Menjelang Tahun Politik

Imparsial Minta Polri Perkuat Netralitas Menjelang Tahun Politik

Nasional
Hari Bhayangkara, Imparsial Minta Polri Perkuat Perlindungan HAM

Hari Bhayangkara, Imparsial Minta Polri Perkuat Perlindungan HAM

Nasional
Hari Bhayangkara ke-76, Polwan hingga Kapolda Terima Hoegeng Award 2022

Hari Bhayangkara ke-76, Polwan hingga Kapolda Terima Hoegeng Award 2022

Nasional
Soal Penggunaan Aplikasi MyPertamina, Anggota DPR Komisi VII: Bikin Rakyat Kecil Ribet dan Susah

Soal Penggunaan Aplikasi MyPertamina, Anggota DPR Komisi VII: Bikin Rakyat Kecil Ribet dan Susah

Nasional
Karangan Bunga Dukacita Penuhi Kawasan Rumah Tjahjo Kumolo, dari Jokowi-Ma'ruf hingga Panglima TNI

Karangan Bunga Dukacita Penuhi Kawasan Rumah Tjahjo Kumolo, dari Jokowi-Ma'ruf hingga Panglima TNI

Nasional
Nasib AKBP Brotoseno Akan Diputuskan Pertengahan Juli

Nasib AKBP Brotoseno Akan Diputuskan Pertengahan Juli

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.