SMRC Akan Kembali Selenggarakan "Quick Count" Pemilu 2019

Kompas.com - 12/04/2019, 05:49 WIB
Warga mengikuti simulasi pemungutan suara Pemilu 2019 di Banda Aceh, Sabtu (6/4/2019). Simulasi yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan KIP Banda Aceh itu bertujuan untuk memberikan gambaran tentang cara pemungutan dan penghitungan suara sekaligus memperkuat kesiapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilu 2019.AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN Warga mengikuti simulasi pemungutan suara Pemilu 2019 di Banda Aceh, Sabtu (6/4/2019). Simulasi yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dan KIP Banda Aceh itu bertujuan untuk memberikan gambaran tentang cara pemungutan dan penghitungan suara sekaligus memperkuat kesiapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam Pemilu 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Analis politik Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) Sirojudin Abbas menuturkan, pihaknya akan kembali melakukan hitung cepat atau quick count pada Pemilu 2019.

Kali ini, SMRC bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

"SMRC melakukan quick count dan exit poll bersama Lembaga Survei Indonesia," kata Sirojudin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Menangkan Prabowo Saat Pilpres 2014, Puskaptis Bakal Bikin Quick Count Lagi

Untuk quick count, mereka menggunakan sampel sebanyak 6.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sementara, untuk exit poll akan ada 3.000 responden.

Pada Pemilu Presiden 2014, hasil hitung cepat SMRC dapat dikatakan hampir serupa dengan hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut SMRC, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 47,09 persen suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraup 52,91 persen.

Baca juga: Nantikan Quick Count Litbang Kompas Pemilu 2019

KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan 53,15 persen suara. Sedangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 46,85 persen.

Ia mengatakan, survei tersebut tak dibiayai oleh partai politik atau kandidat tertentu. Sirojudin pun memegaskan pihaknya tak memiliki afiliasi politik tertentu.

"Kegiatan ini tidak dibiayai oleh partai politik atau oleh calon presiden atau calon wakil presiden manapun. Biaya bersumber dari kontribusi SMRC, LSI, dan media-media partner," ungkapnya.

Baca juga: Quick Count Baru Boleh Dipublikasi 2 Jam Usai Pemungutan Suara Tuntas

Media partner yang dimaksud terdiri dari Kompas TV, NET, SCTV-Indosiar, TVRI, MetroTV, BeritaSatu TV, Antara, Tirto.id, Babe (Baca Berita), dan Tempo.co.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X