Surat Suara di Malaysia Sudah Tercoblos, Nasdem Minta Bawaslu dan Polri Usut Tuntas

Kompas.com - 11/04/2019, 19:33 WIB
Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate (kiri) didampingi Wasekjen Dedy Ramanta (kanan) dan Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya (tengah) memberikan keterangan pers tentang pemilukada Kabupaten Jayapura di Jakarta, Selasa (26/9). DPP Partai Nasdem menduga Bawaslu RI melakukan upaya sistematis dan konspiratif untuk mengagalkan hasil pemilukada Kabupaten Jayapura yang telah terlaksana dengan Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil pada 15 Februari 2017 silam dengan merekomendasikan pemungutan suara ulang di 229 TPS dari 348 TPS yang ada. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc/17. PRASETYO UTOMOSekjen Partai NasDem Johnny G. Plate (kiri) didampingi Wasekjen Dedy Ramanta (kanan) dan Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik Willy Aditya (tengah) memberikan keterangan pers tentang pemilukada Kabupaten Jayapura di Jakarta, Selasa (26/9). DPP Partai Nasdem menduga Bawaslu RI melakukan upaya sistematis dan konspiratif untuk mengagalkan hasil pemilukada Kabupaten Jayapura yang telah terlaksana dengan Langsung, Umum, Bebas, Jujur dan Adil pada 15 Februari 2017 silam dengan merekomendasikan pemungutan suara ulang di 229 TPS dari 348 TPS yang ada. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/foc/17.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem meminta Badan Pengawas Pemilu RI dan Kepolisian untuk mengusut tuntas adanya surat suara tercoblos di Malaysia. Surat suara yang ditemukan di Malaysia itu tercoblos untuk pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Adapun untuk surat suara DPR RI, tercoblos untuk caleg Nasdem.

"Nasdem mendorong pihak Bawaslu Republik Indonesia dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu," kata Ketua bidang Media dan Informasi Publik DPP Nasdem Willy Aditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/4/2019).

"Nasdem mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil," tambah dia.

Baca juga: Polemik Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Ini Tanggapan Berbagai Pihak

Willy menilai, sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu. Ia menduga hal ini dilakukan oleh pihak-pihak yang takut kalah dengan tujuan untuk menyebut bahwa pemilu curang.

Oleh karena itu, Nasdem sepakat jika kasus ini belum tuntas, maka pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda.

"Jika fakta ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka NasDem mendorong untuk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum," tambah Willy.

Willy menilai ada sejumlah kejanggalan dalam video yang beredar. Ia menjelaskan, pemungutan suara di Malaysia menggunalan tiga metode pemberian suara, yakni pemberian suara di TPS, pemberian suara dengan kotak suara keliling dan pemberian suara via amplop. Video yang viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos.

Baca juga: Bawaslu Pastikan Video Surat Suara Tercoblos di Malaysia Bukan Hoaks

"Ada keganjilan dalam video tersebut, yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan," ujar dia.

Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan.

"Berangkat dari poin-poin tersebut Partai NasDem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dengan skenario kotor dari kasus surat suara di Selangor. Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri," ujar Willy.

Sebelumnya, beredar video amatir yang menunjukan temuan surat suara sudah tercoblos. Surat suara itu disebut dimuat dalam puluhan kantong. Diduga, hal ini terjadi di Selangor, Malaysia.

Informasi dalam video tersebut, surat suara tercoblos untuk caleg Partai Nasdem. Sementara surat suara Pilpres, tercoblos untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X