Data Kemendagri, 146 ASN Dinilai Tak Netral dan Diproses Bawaslu

Kompas.com - 11/04/2019, 11:49 WIB
Sejumlah petugas melipat surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (11/2/2019). Sebanyak 2.470.385 lembar surat suara yang terbagi menjadi surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPR Provinsi, DPRD dan DPD, nantinya akan didistribusikan ke 2.063 TPS dan ditargetkan selesai dalam dua minggu dengan jumlah petugas pelipatan 1.000 orang dari PPK, PPS serta KPPS. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.ANTARA/ADENG BUSTOMI Sejumlah petugas melipat surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (11/2/2019). Sebanyak 2.470.385 lembar surat suara yang terbagi menjadi surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPR Provinsi, DPRD dan DPD, nantinya akan didistribusikan ke 2.063 TPS dan ditargetkan selesai dalam dua minggu dengan jumlah petugas pelipatan 1.000 orang dari PPK, PPS serta KPPS. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo, menyampaikan laporan seputar Pemilu 2019 kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Salah satunya mengenai aparatur sipil negara (ASN) yang diduga tidak netral.

"Memang sudah ada tercatat 146 APN khususnya di daerah yang saat ini dinilai tidak netral dan sedang dalam proses pemeriksaan Bawaslu," ujar Soedarmo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Mendagri Minta ASN Ikut Perangi Racun Demokrasi Jelang Pemilu


Soedarmo mengatakan, Kemendagri sudah memberikan surat edaran kepada pemerintah daerah. Isinya mengingatkan ASN untuk bersikap netral dalam Pemilu 2019.

Dia menyebut, ASN memiliki hak pilih pada 17 April 2019. Namun, mereka tidak boleh terlibat dalam aktivitas politik terkait Pemilu 2019.

Terkait 146 ASN itu, Kemendagri juga sudah memberi arahan kepada pembina kepegawaian di masing-masing pemerintah daerah.

"Sudah disampaikan pejabat pembina kepegawaian untuk dapat sanksi sesuai dengan tindakan mereka di lapangan," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X