ICW Nilai Wacana Prabowo soal Uang Pensiun untuk Koruptor Keliru

Kompas.com - 10/04/2019, 19:21 WIB
Wana Alamsyah KOMPAS.com/HaryantipuspasariWana Alamsyah

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch ( ICW) Wana Alamsyah menilai, pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai uang pensiun untuk koruptor adalah konsep yang keliru.

Ia mengatakan, ketika koruptor diberikan uang pensiun sama saja membiarkan korupsi terus terjadi.

"Karena ketika ada insentif yang diberikan kepada koruptor itu sama saja membiarkan korupsi itu terjadi. Jadi pernyataan Prabowo itu sangat keliru dalam konteks pandangan pemberantasan korupsi," kata Wana saat ditemui wartawan di Kantor ICW, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Prabowo Ingin Ada Uang Pensiun untuk Koruptor, TKN Nilai Kontraproduktif

Wana mengatakan, pernyataan Prabowo bertolak belakang dari konsep korupsi.

"Ya konsep korupsi kan mencuri uang negara yang berkaitan ekonomi," ujar dia.

Sebelumnya, saat berpidato dalam kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019), Prabowo melontarkan wacana pemberian uang pensiun untuk bekas koruptor.

Baca juga: Prabowo: Hai Para Koruptor, Kau Akan Kita Sadarkan...

"Kita akan panggil koruptor-koruptor itu. Kita akan minta mereka tobat dan sadar. Kembalikanlah uang-uang yang kau curi. Ya bolehlah kita sisihkan sedikit. Boleh enggak? Ya untuk dia pensiun," kata Prabowo kepada para pendukungnya seperti dikutip Kompas TV.

"Berapa? Kita tinggalin berapa? 5 persen? 5 persen? 3 persen? Enggak boleh? Kalau mereka tobat, kita terima kembali sebagai saudara kita, betul?" kata Prabowo.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X