Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/04/2019, 12:23 WIB

 

KOMPAS.com - Industri film sudah dirilik masyarakat dunia sejak pemutaran film komersial perdana di Grand Cafe di Paris, Perancis. Sejak saat itu, pemutaran film mulai menyebar ke berbagai negara.

Tantangan yang dihadapi industri film adalah berkembangnya siaran televisi. Ketika semakin banyak orang mulai melirik televisi, penjualan tiket film mulai turun dan bioskop membutuhkan cara untuk menarik penonton.

Salah satu caranya adalah dengan mendesain fitur penuh warna, hingga layar lebar dengan fasilitas film tiga dimensi (3D).

Hari ini 66 tahun yang lalu, tepatnya pada 10 April 1953, film pertama dengan kualitas tiga dimensi diperkenalkan ke publik.

Dilansir dari History.com, bertempat di Paramount Theatre, New York, film berjudul The House of Wax mulai menunjukkan kecanggihan kualitas tayangan 3D kepada masyarakat.

Film ini diproduksi oleh Warner Brothers dan tercatat sebagai film 3D pertama. Film bergenre horor ini otomatis mendapatkan perhatian dari publik karena teknologi baru yang digunakan.

Tak hanya dari masyarakat New York saja, masyarakat dari luar kota juga datang untuk bisa menyaksikan teknologi 3D yang disuguhkan.

Baca juga: 28 Desember 1895, Pemutaran Film yang Jadi Cikal Bakal Bioskop Pertama

Mengubah cara

Beberapa pelopor film sebenarnya sudah mengembangkan teknologi pembuatan film 3D. Namun, tak ada perkembangan yang serius karena tanggapan kurang baik dari penonton.

Dominasi film dua dimenasi sudah banyak dikenal dan melekat pada masyarakat luas. Pada 1925, salah satu perusahaan bernama MGM menghasilkan alat yang mampu membuat penonton kagum.

Alat itu ternyata merupakan bagian dari teknologi 3D, sehingga ketika animasi diputar efek cahaya terlalu belebihan dan membuat silau.

Alat ini akhirnya mulai diperbaiki agar penonton lebih bebas dan nyaman saat menonton film. Tantangan yang hadir ketika itu, studio film belum siap melakukannya.

Barulah Warner Brothers melakukan langkah yang brilian karena dominasi televisi di Amerika Serikat. Dia akhirnya membuat film 3D untuk mencari solusi industri film.

Film tersebut disutradarai Andre De Toth, dan The House of Wax adalah remake dari film Mystery of the Wax Museum pada 1933.

Film menceritakan seorang bernama Henry Jarod yang diperankan oleh Vincent Price, seorang pematung yang menjadi gila setelah salah satu temannya membakar museum lilin.

Jarod selamat dari kebakaran dan kemudian membuka museum lilinnya sendiri. Museum itu menampilkan pameran patung lilin yang berjajar rapi.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Lumiere Bersaudara, Pioner Bioskop Dunia

The House of Wax tahun 1953escapistmagazine The House of Wax tahun 1953

Tokoh lain dalam film ini yang diperankan oleh Phyllis Kirk, akhirnya menemukan benang merah, ternyata kegilaan Jarod terbukti dengan membunuh beberapa orang. Patung di museumnya merupakan tubuh para korban yang ditutupi lilin.

Inilah film tiga dimensi pertama yang dikembangkan. Proses pembuatan film 3D melibatkan penggunaan dua kamera atau satu lensa kamera berlensa ganda. Kedua lensa ini untuk mewakili mata kanan dan kiri dari orang yang menonton.

Gambar dari dua kamera kemudian diproyeksikan secara bersamaan ke layar. Jadi para penonton yang melihat The House of Wax menggunakan kacamata stereoskopik untuk melihat efek 3D penuh.

Lensa kacamata secara khusus berwarna berbeda antara kanan dan kiri, sehingga penonton yang melihat akan bisa merasakan efek yang dihasilkan.

Proses 3D terbukti sangat efektif selama adegan ketika memasuki lorong-lorong dan diterangi oleh lampu, sehingga kesan seperti nyata hadir dalam momen ini.

Film ini terbukti membawa popularitas bagi setiap pemainnya. Efek film 3D mulai mendapat perhatian dan sambutan hangat dari pecinta film.

Namun, kebangkitan era 3D tak berlangsung lama, banyak film-film tiga dimensi selanjutnya ternyata berkualitas buruk. Efek yang ditimbulkan tak sebaik sebelumnya, dan akhirnya jumlah penonton mulai menurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber History
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Agus Nurpatria Tuding JPU Abaikan Fakta Persidangan demi Kepuasan Publik

Pengacara Agus Nurpatria Tuding JPU Abaikan Fakta Persidangan demi Kepuasan Publik

Nasional
Polri Kirim Tim untuk Bantu Cari Korban Bencana di Turkiye dan Suriah

Polri Kirim Tim untuk Bantu Cari Korban Bencana di Turkiye dan Suriah

Nasional
Kasus Gagal Ginjal Terjadi Lagi, Pakar: Memalukan dan Memprihatinkan

Kasus Gagal Ginjal Terjadi Lagi, Pakar: Memalukan dan Memprihatinkan

Nasional
Firli Bantah Direktur Penuntutan KPK Balik ke Kejagung karena Beda Pendapat soal Penanganan Perkara

Firli Bantah Direktur Penuntutan KPK Balik ke Kejagung karena Beda Pendapat soal Penanganan Perkara

Nasional
Surya Darmadi Dituntut Seumur Hidup, Mahfud: Bagus, Korupsinya Rugikan Keuangan dan Ekonomi Negara

Surya Darmadi Dituntut Seumur Hidup, Mahfud: Bagus, Korupsinya Rugikan Keuangan dan Ekonomi Negara

Nasional
Jokowi: Data adalah 'New Oil', Keamanannya Harus Jadi Perhatian

Jokowi: Data adalah "New Oil", Keamanannya Harus Jadi Perhatian

Nasional
Ketika Ketua Komisi III Minta Maaf kepada KPK...

Ketika Ketua Komisi III Minta Maaf kepada KPK...

Nasional
Garuda Usul Biaya Penerbangan Haji 2023 Turun Jadi Rp 33,4 Juta

Garuda Usul Biaya Penerbangan Haji 2023 Turun Jadi Rp 33,4 Juta

Nasional
Verrell Bramasta Gabung PAN, Bakal 'Nyaleg' di Jabar pada Pemilu 2024

Verrell Bramasta Gabung PAN, Bakal "Nyaleg" di Jabar pada Pemilu 2024

Nasional
Jokowi Minta Kota-kota Besar Mulai Berpikir Bangun MRT dan LRT

Jokowi Minta Kota-kota Besar Mulai Berpikir Bangun MRT dan LRT

Nasional
Immanuel Ebenezer Sebut Sudah Izin Ganjar soal Pembubaran GP Mania, tapi Tak Direspons

Immanuel Ebenezer Sebut Sudah Izin Ganjar soal Pembubaran GP Mania, tapi Tak Direspons

Nasional
Jurnalisme Warga dan Peran Pers Nasional sebagai Penyaring Berita Hoaks

Jurnalisme Warga dan Peran Pers Nasional sebagai Penyaring Berita Hoaks

Nasional
Golkar Bakal Bertemu PKB, PAN Yakin KIB Tak Ditarik Koalisi Lain

Golkar Bakal Bertemu PKB, PAN Yakin KIB Tak Ditarik Koalisi Lain

Nasional
Imbas Gempa Jayapura, 4 Warga Meninggal Dunia

Imbas Gempa Jayapura, 4 Warga Meninggal Dunia

Nasional
Anggota Komisi III Nilai Turunnya Indeks Persepsi Korupsi karena Perilaku Pemerintah

Anggota Komisi III Nilai Turunnya Indeks Persepsi Korupsi karena Perilaku Pemerintah

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.