TGB Optimis Suara Golkar di NTB Penuhi Target

Kompas.com - 09/04/2019, 20:41 WIB
Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi saat diwawancara usai menghadiri acara Diskusi Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019). KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahTuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi saat diwawancara usai menghadiri acara Diskusi Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Korbid Keumatan DPP Partai Golkar, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), mengatakan optimis suara Golkar di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memenuhi target di Pemilu 2019.

Ia berharap dengan kerja keras seluruh kader membuat suara Golkar lebih baik daripada Pemilu 2014.

"Mudah-mudahan di dua dapil di NTB, NTB 1 dan NTB 2 hasilnya lebih baik daripada tahun 2014," kata TGB saat ditemui wartawan di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

TGB mengatakan, pencapaian target suara itu didukung dengan suasana di NTB yang sudah lebih kondusif saat ini.

Baca juga: TGB: Pak Jokowi Lawannya adalah Fitnah

"Suasana kebatinannya kondusif dan alhamdulilah teman-teman kader bergerak dengan kolaborasi yang bagus insyaAllah," ujarnya.

Selanjutnya, terkait dukungan untuk pasangan nomor urut 01, TGB mengatakan seluruh kader bertugas untuk meluruskan fitnah dan hoaks yang menyerang Jokowi-Ma'ruf. Ia meyakini teman-teman kader Golkar solid memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Meluruskan berita bohong dan fitnah yang terkait dengan paslon nomor 01. Saya optimis pada waktunya seluruh kader Golkar akan solid mendukung paslon 01," pungkasnya

Sebelumnya, TGB hadir untuk pertama kali di kampanye akbar partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta setelah memutuskan untuk bergabung sejak Desember 2018. Dalam acara itu, TGB membacakan doa saat pembukaan kampanye akbar yang dihadiri seluruh kader Partai dan simpatisan se-Jabodetabek dan Bandung.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X