Kompas.com - 09/04/2019, 10:54 WIB
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Jumat (15/2/2019). KOMPAS.com/JESSI CARINA Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Jumat (15/2/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua kali maju sebagai calon anggota legislatif, dua kali pula Tubagus Ace Hasan Syadzily gagal lolos langsung ke Senayan. Namun, ia tak kapok.

Untuk kali ketiga, Ace kembali menjajal sengitnya pertarungan memperebutkan kursi DPR RI untuk periode 2019-2024. Modal kampanye pun diperbesar untuk memuluskan langkahnya menjadi wakil rakyat.

Ace Hasan sudah tertarik pada dunia politik sejak menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1994. 

"Saya sejak mahasiswa jadi aktivis. Pernah jadi presiden BEM UIN Jakarta 1998-2000," kata Ace kepada Kompas.com, Senin (18/4/2019).

Setelah lulus dari UIN Ciputat, Ace melanjutkan pendidikan S2 bidang Antropologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Kegiatannya saat itu yang banyak meneliti mengenai politik pasca reformasi justru makin membuatnya tercebur ke dunia politik.

Dua kali gagal

Ace mengikuti jejak ayahnya dan resmi bergabung dengan Partai Golkar pada 2004.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lima tahun aktif di partai beringin, Ace pun mendapatkan tiket untuk mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.

Ia maju di daerah pemilihan Banten I, yang merupakan tanah kelahirannya. Namun ia gagal lolos ke senayan. Meski begitu pada 2013 ia akhirnya bisa merasakan menjadi wakil rakyat.

Ace dilantik sebagai anggota Pengganti Antar Waktu (PAW). Ia menggantikan Mamat Rahayu Abdullah yang pindah partai. Di DPR, Ace duduk sebagai Anggota Komisi VIII yang membidangi Agama dan Sosial.

Baca juga: Cerita Caleg Muda: Terjun ke 400 Titik Lebih hingga Pengakuan Tak Setor Mahar

Setahun berselang, Ace dengan statusnya sebagai petahana kembali mencalonkan diri lewat Dapil Banten I meliputi Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

"Namun saya masih belum beruntung," kata Ace.

Ace lagi-lagi gagal lolos ke Senayan. Kendati demikian, pada 2016 keberuntungan kembali menghampirinya. Ace kembali melenggang ke Senayan. Kali ini ia dilantik menjadi anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) Andika Hazrumi yang terpilih menjadi wakil gubernur Banten.

Pada periode keduanya ini, Ace ditugaskan menjadi Anggota Komisi II yang membidangi politik dalam negeri dan pemerintahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Minta Angka Keterisian RS Covid-19 Ditekan untuk Kurangi Beban Tenaga Kesehatan

Satgas Minta Angka Keterisian RS Covid-19 Ditekan untuk Kurangi Beban Tenaga Kesehatan

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Satgas: Tidak Dapat Ditoleransi

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Satgas: Tidak Dapat Ditoleransi

Nasional
[POPULER NASIONAL] PPKM Mikro Diperketat | Hasil Validasi GeNose Diminta Segera Dipublikasikan

[POPULER NASIONAL] PPKM Mikro Diperketat | Hasil Validasi GeNose Diminta Segera Dipublikasikan

Nasional
Pemkot Jaktim Tak Tutup Kemungkinan Bangun RS Khusus Pasien Covid-19

Pemkot Jaktim Tak Tutup Kemungkinan Bangun RS Khusus Pasien Covid-19

Nasional
Menkes: Biarkan Virus Menular, yang Penting Pasien Covid-19 Tak Melebihi Kapasitas Rumah Sakit

Menkes: Biarkan Virus Menular, yang Penting Pasien Covid-19 Tak Melebihi Kapasitas Rumah Sakit

Nasional
KPK Cetak Lagi Penyuluh Antikorupsi Bersertifikat, Total Ada 188 dalam Satu Semester Terakhir

KPK Cetak Lagi Penyuluh Antikorupsi Bersertifikat, Total Ada 188 dalam Satu Semester Terakhir

Nasional
Kasus Mingguan Naik 92 Persen, Satgas Covid-19 Minta Pemda Optimalkan PPKM

Kasus Mingguan Naik 92 Persen, Satgas Covid-19 Minta Pemda Optimalkan PPKM

Nasional
Guru Besar Universitas Udayana Sebut Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian Alpha dan Delta

Guru Besar Universitas Udayana Sebut Vaksin Covid-19 Efektif Lawan Varian Alpha dan Delta

Nasional
Komnas HAM Layangkan Surat Panggilan ke BAIS, BIN, dan BNPT Terkait TWK Pegawai KPK

Komnas HAM Layangkan Surat Panggilan ke BAIS, BIN, dan BNPT Terkait TWK Pegawai KPK

Nasional
Pegawai KPK Minta Hasil TWK, BKN: Sudah Ketetapan Panglima TNI, Itu Rahasia

Pegawai KPK Minta Hasil TWK, BKN: Sudah Ketetapan Panglima TNI, Itu Rahasia

Nasional
Keterisian RS Covid-19 di 5 Provinsi Pulau Jawa Melebihi 80 Persen

Keterisian RS Covid-19 di 5 Provinsi Pulau Jawa Melebihi 80 Persen

Nasional
Satgas: Pulau Jawa Masih Jadi Penyumbang Terbesar Naiknya Angka Covid-19 di Indonesia

Satgas: Pulau Jawa Masih Jadi Penyumbang Terbesar Naiknya Angka Covid-19 di Indonesia

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik Tajam 4 Minggu Terakhir, Capai 92 Persen

Satgas: Kasus Covid-19 Naik Tajam 4 Minggu Terakhir, Capai 92 Persen

Nasional
Satgas Minta Pasien Covid-19 yang Membaik di RS Segera Dirujuk Isolasi Mandiri

Satgas Minta Pasien Covid-19 yang Membaik di RS Segera Dirujuk Isolasi Mandiri

Nasional
Tingkat Pasien Sembuh Rendah, Satgas Covid-19 Minta Daerah Evaluasi Kebijakan

Tingkat Pasien Sembuh Rendah, Satgas Covid-19 Minta Daerah Evaluasi Kebijakan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X