Seminggu Sebelum Pejabat PUPR Ditangkap, Menteri Basuki Ingatkan Sedang Diawasi KPK

Kompas.com - 08/04/2019, 17:34 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Agus Ahyar mengatakan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pernah mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati karena sedang diawasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan Ahyar saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ahyar bersaksi untuk empat terdakwa yang merupakan kontraktor pelaksana proyek SPAM.

"Pak Menteri bilang jangan sampai ada transaksi dengan kontraktor. Pak Menteri menyinggung banyak OTT," ujar Ahyar kepada jaksa KPK.

Menurut Ahyar, saat itu sekitar pukul 17.00 WIB, Menteri PUPR memanggil seluruh pejabat eselon II.

Menteri mengatakan, sebelum tahun anggaran berakhir, seluruh proyek harus sudah selesai.

Selain itu, menurut Ahyar, Menteri juga mengingatkan bahwa kementeriannya sedang diawasi KPK.

Namun, seminggu kemudian, yakni pada 28 Desember 2018, sejumlah pejabat PUPR ditangkap oleh KPK.

Masing-masing, yakni Kasatker SPAM Strategis Anggiat Partunggul Nahat Simaremare dan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah.

Kemudian, Kasatker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X