Jelang Debat Terakhir, Partai Golkar Gelar FGD untuk Bahan Masukan bagi Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 08/04/2019, 17:11 WIB
DPP Partai Golkar menggelar focus group discussion (FGD) untuk mengupas tema debat terakhir Pilpres 2019, yang nantinya menjadi masukan ke pasangan nomor urut 01 Joko Jokowi-Maruf Amin. KOMPAS.com/IhsanuddinDPP Partai Golkar menggelar focus group discussion (FGD) untuk mengupas tema debat terakhir Pilpres 2019, yang nantinya menjadi masukan ke pasangan nomor urut 01 Joko Jokowi-Maruf Amin.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - DPP Partai Golkar menggelar focus group discussion (FGD) untuk mengupas tema debat terakhir Pilpres 2019, yang nantinya menjadi masukan ke pasangan nomor urut 01 Joko Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, FGD ini disesuaikan dengan tema debat kelima yaitu ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi.

"Jadi kita melakukan FGD untuk memberikan masukkan atau menyinergikan yang kita punya kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin. Sehingga debat nanti, bisa tampil baik seperti debat sebelumnya," ujar Lodewijk di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Baca juga: Jelang Debat Kelima Pilpres, Jokowi-Maruf Akan Gelar Simulasi

Menurut Lodewijk, Jokowi-Ma'ruf dalam debat sebelumnya tampil dengan penguasaan data dan fakta yang mumpuni. Sehingga, pasangan yang diusung Golkar tersebut mampu memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai rencana yang akan dikerjakan ke depan.

Ia meyakini dengan masukan yang diberikan Partai Golkar, Jokowi-Ma'ruf juga akan tampil optimal dalam debat. Apalagi, kerja petahana di bidang ekonomi sangat baik selama empat setengah tahun terakhir.

"Pertumbuhan ekonomi kita tumbuh positif 5,1 persen, kesejahteraan sosial kita juga baik karena program yang dilakukan Pak Jokowi-JK seperti PKH, bantuan non tunai, sudah mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi satu digit," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kondisi perekonomian nasional yang baik dan akan diluncurkannya tiga kartu oleh pasangan Jokowi-Ma'ruf nantinya, Lodewijk optimistis pergerakan roda ekonomi di Tanah Air dapat lebih kencang lagi dan akhirnya menekan angka kemiskinan.

Baca juga: Jelang Debat Kelima, Maruf Amin Pamer Status Investment Grade di Era Jokowi

"Kemudian soal keuangan dan investasi, Indonesia mampu mengundang investasi masuk ke sini karena peraturan yang membelenggu bisa dihilangkan oleh pak Jokowi, dari sebelumnya izin enam bulan menjadi tiga bulan," tutur Lodewijk.

Debat kelima pemilihan presiden 2019 akan digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) mendatang.

Empat stasiun televisi akan menayangkan debat kelima Pilpres 2019 yaitu TVOne, ANTV, Berita Satu, dan Net TV. Balques Manisang dan Tomy Ristanto akan menjadi moderator debat kelima Pilpres 2019.

Kompas TV Perbincangan terkait debat Capres masih mewarnai jagad media sosial Senin ini. Ulasan selengkapnya disampaikan Yasir Neneama. #FACEBOOK #DebatCapres #DebatPilpres
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin Sertifikat Vaksin Covid-19 Antarnegara ASEAN Diakui

Jokowi Ingin Sertifikat Vaksin Covid-19 Antarnegara ASEAN Diakui

Nasional
Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Nasional
Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Nasional
Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga 'Hacker' dari Brasil

Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga "Hacker" dari Brasil

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

Nasional
BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data 'Repositori Malware'

BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data "Repositori Malware"

Nasional
Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Nasional
Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Nasional
Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Nasional
Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Nasional
Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Nasional
Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.