Tantangan Jihad Kemanusiaan Usai Keruntuhan ISIS

Kompas.com - 05/04/2019, 16:56 WIB
Pengungsi perempuan dan anak-anak meninggalkan Desa Baghouz di Suriah Timur, Suriah, basis terakhir ISIS yang dihancurkan Tentara Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat. Gambar diambil pada 14 Maret 2019. AFP/GIUSEPPE CACACEPengungsi perempuan dan anak-anak meninggalkan Desa Baghouz di Suriah Timur, Suriah, basis terakhir ISIS yang dihancurkan Tentara Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat. Gambar diambil pada 14 Maret 2019.

BANGKRUTNYA Negara Islam di Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syiria atau ISIS) ternyata menyisakan masalah besar dan kisah pilu yang menyayat. Ada tantangan "jihad kemanusiaan", termasuk bagi Indonesia.

Kekalahan ISIS dibarengi dengan derita kemanusiaan yang luar biasa di kawasan Suriah dan Irak, dua negara yang menjadi area utama pertempuran kelompok ini.

Baca juga: Akhirnya, ISIS Dinyatakan Kalah

Penderitaan juga dirasakan negeri-negeri lain yang merasakan dampak "ilusi negara Islam" yang dikampanyekan ISIS. Selain itu, penanganan eks-pasukan dan mereka yang sempat tergiur propaganda ISIS, menjadi tantangan pula bagi beberapa negara.

Kisah-kisah kelam bermunculan, mengungkap betapa jargon sekaligus kampanye menggiurkan yang disiarkan ISIS serta jaringannya hanyalah tipuan belaka.

Orang-orang yang silau dengan surga dunia tawaran Abu Bakar el-Baghdadi, Abu Musab al-Zarqawi, dan ideolog-ideolog ISIS, kini menyesali nasib.

Ilusi dan propaganda surga dunia yang ditawarkan ISIS, dengan penyebaran massif melalui media sosial dan jaringan pengikutnya, ternyata menggaet puluhan orang dari seluruh dunia.

Laporan International Centre for Study of Radicalisation pada 2018 mengungkap, lebih dari 40.000 orang dari 80 negara ditengarai terafiliasi dengan jaringan ISIS.

Dari Nur Dhania hingga Shamima   

Kebangkrutan ISIS dipenuhi kisah-kisah sedih orang-orang yang terperangkap dalam jebakan ilusi dan propaganda surga yang ditawarkan jaringan Abu Bakar el-Baghdadi dan barisan militernya. Dari orang Indonesia sampai warga Eropa ada pula di antar mereka. 

Salah satu orang Indonesia yang menjadi korban ISIS adalah Nur Dhania, yang bergabung dengan ISIS pada 2014. Ini seharusnya menjadi kisah getir sekaligus pelajaran bagi kita semua. 

Baca juga: Pengantin ISIS Shamima Ungkap Saat Dia Bangun dan Melihat Bayinya Membiru

Bagaimana tidak? Pada usia 15 tahun, Nur Dhania membujuk keluarganya untuk berangkat ke Suriah, bergabung ke barisan kelompok ISIS. Ia mengaku sebagai anak manja, keras kepala, yang terpengaruh propaganda ISIS melalui media sosial dan jejaring komunikasi digital.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

KSAD Jenderal Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19

Nasional
Milad ke-45 MUI, Wapres: Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Negara

Milad ke-45 MUI, Wapres: Jaga Kepercayaan Masyarakat dan Negara

Nasional
Doni Monardo: Tak Semua Orang Tua di Zona Hijau Izinkan Anak Datang ke Sekolah

Doni Monardo: Tak Semua Orang Tua di Zona Hijau Izinkan Anak Datang ke Sekolah

Nasional
Presiden Jokowi dan Megawati Akan Beri Sambutan Saat Kongres Gerindra

Presiden Jokowi dan Megawati Akan Beri Sambutan Saat Kongres Gerindra

Nasional
Satgas Sarankan Kelompok Rentan Hindari Kantor yang Terpapar Covid-19

Satgas Sarankan Kelompok Rentan Hindari Kantor yang Terpapar Covid-19

Nasional
Satgas Covid-19: Protokol Kesehatan Perlu Diterapkan di Rumah

Satgas Covid-19: Protokol Kesehatan Perlu Diterapkan di Rumah

Nasional
Minggu Depan, Bareskrim Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Red Notice Djoko Tjandra

Minggu Depan, Bareskrim Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia

Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia

Nasional
Menag: Hampir 100 Persen Pesantren Sudah Pembelajaran Tatap Muka

Menag: Hampir 100 Persen Pesantren Sudah Pembelajaran Tatap Muka

Nasional
Komisioner KPU: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Masih Rendah

Komisioner KPU: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Masih Rendah

Nasional
Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Satu Kelas Hanya Boleh Berisikan 18 Murid

Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning, Satu Kelas Hanya Boleh Berisikan 18 Murid

Nasional
Djoko Tjandra Dipindah ke Lapas Salemba

Djoko Tjandra Dipindah ke Lapas Salemba

Nasional
Keraguan Masyarakat Jadi Tantangan Berat Relawan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Keraguan Masyarakat Jadi Tantangan Berat Relawan Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Tetap Izinkan Sekolah Tatap Muka

Kasus Harian Covid-19 Masih Tinggi, Pemerintah Tetap Izinkan Sekolah Tatap Muka

Nasional
Satgas Sarankan Masyarakat Tak Berlama-lama Dalam Ruangan yang Sama di Kantor

Satgas Sarankan Masyarakat Tak Berlama-lama Dalam Ruangan yang Sama di Kantor

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X