Survei LSI: Perindo, Garuda, Berkarya, dan PSI Terancam Tak Lolos ke DPR

Kompas.com - 05/04/2019, 16:46 WIB
Suasana Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOSuasana Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil terbaru survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa empat partai baru terancam tak lolos melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu Legislatif 2019.

Keempat partai baru tersebut adalah Partai Perindo, Partai Garuda, Partai Berkarya dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Namun, peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, dari empat partai itu, hanya Perindo yang masih memiliki potensi lolos ke parlemen jika memperhatikan margin of error hasil survei sebesar 2,8 persen.

Baca juga: Survei Charta Politika: Lima Parpol Sulit Lolos ke DPR

"Di fenomena partai baru, Perindo satu-satunya partai baru yang kira-kira punya kemungkinan untuk lolos PT (parliamentary threshold)," ujar Rully saat memaparkam hasil survei, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

"Memang masih belum dikatakan aman karena masih ada di range margin of error. Bisa jadi turun ke bawah sebanyak 2,8 persen atau naik ke atas," tambah dia.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Perindo berada di angka 3,9 persen.

Baca juga: LSI Denny JA: Jokowi-Maruf 56,8 Persen-63,2 Persen, Prabowo-Sandiaga 36,8 Persen-43,2 Persen

Sementara elektabilitas Partai Garuda berada pada angka 0,1 persen, Partai Berkarya 0,7 persen, dan PSI 0,2 persen.

Rully menilai, ketiga partai itu mesti bekerja keras agar lolos ke parlemen. Pasalnya, jika memperhitungkan margin of error, elektabilitasnya belum melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Jika ditambah margin of error belum cukup untuk bisa tembus PT," kata Rully.

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada 18 hingga 26 maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka.

Wawancara tatap muka dilakukan pada 1.200 responden yang tersebar di berbagai wilayah. Survei ini memiliki margin error 2,8 persen dan dibiayai secara mandiri.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Nasional
Pilkada Langsung Disebut Berbiaya Tinggi, Pakar: Masalahnya Ada di Parpol

Pilkada Langsung Disebut Berbiaya Tinggi, Pakar: Masalahnya Ada di Parpol

Nasional
Soal Sertifikasi Nikah, Pemerintah Diminta Tak Campuri Urusan Rakyat Terlalu Jauh

Soal Sertifikasi Nikah, Pemerintah Diminta Tak Campuri Urusan Rakyat Terlalu Jauh

Nasional
Akar Persoalan 'Mati Satu Tumbuh Seribu' Pelaku Terorisme

Akar Persoalan "Mati Satu Tumbuh Seribu" Pelaku Terorisme

Nasional
DPR Diminta Libatkan Seluruh Kalangan Bahas Pasal RKUHP yang Bermasalah

DPR Diminta Libatkan Seluruh Kalangan Bahas Pasal RKUHP yang Bermasalah

Nasional
Jamin Kebebasan Beragama, Pemerintah Diminta Perbaiki Kualitas Kebijakan dan Penegakan Hukum

Jamin Kebebasan Beragama, Pemerintah Diminta Perbaiki Kualitas Kebijakan dan Penegakan Hukum

Nasional
PDI-P Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

PDI-P Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

Nasional
Imparsial Catat 31 Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Sepanjang 2019

Imparsial Catat 31 Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Sepanjang 2019

Nasional
Sejumlah Tokoh Akan Gugat UU KPK ke MK, tapi Tetap Dorong Perppu

Sejumlah Tokoh Akan Gugat UU KPK ke MK, tapi Tetap Dorong Perppu

Nasional
Imparsial: Intoleransi Masih Jadi Masalah yang Terus Berulang di Indonesia

Imparsial: Intoleransi Masih Jadi Masalah yang Terus Berulang di Indonesia

Nasional
Hari Toleransi Internasional, Negara Diharap Perkuat Jaminan Hak Beragama dan Berkeyakinan

Hari Toleransi Internasional, Negara Diharap Perkuat Jaminan Hak Beragama dan Berkeyakinan

Nasional
Erupsi, Status Gunung Merapi Waspada

Erupsi, Status Gunung Merapi Waspada

Nasional
Tim Advokasi: Bukan Dipulihkan, Novel Baswedan Justru Kembali Jadi Korban

Tim Advokasi: Bukan Dipulihkan, Novel Baswedan Justru Kembali Jadi Korban

Nasional
Pasca-Bom Medan, BNPT Minta Ada Koordinasi soal Aturan Kunjungan Napi Terorisme

Pasca-Bom Medan, BNPT Minta Ada Koordinasi soal Aturan Kunjungan Napi Terorisme

Nasional
Antisipasi Teror Harus Dilakukan Secara Menyeluruh...

Antisipasi Teror Harus Dilakukan Secara Menyeluruh...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X