Makna Pemilu dari 4 Aspek: Sebagai Tolok Ukur hingga Alat Pendidikan

Kompas.com - 04/04/2019, 20:13 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).KOMPAS.com/Devina Halim Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan empat aspek terkait Pemilihan Umum ( pemilu).

Empat aspek tersebut dinilainya merefleksikan pemilu sebagai proses berjalannya demokrasi untuk pembangunan bangsa.

Tjahjo mengungkapkan hal tersebut saat memberikan kuliah umum kepada para murid akademisi kepolisian di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Soal People Power, Mendagri Minta Tak Ada Ajakan Perbuatan Melawan UU

Dari segi politik, pemilu menjadi pengukur keberhasilan pemerintah membangun iklim demokrasi.

"Ada aspek politis, ini penting, keberhasilan pemilu merupakan tolok ukur keberhasilan pemerintah, termasuk pemerintah pusat dan daerah, penyelenggara pemilu dalam membangun kehidupan demokrasi di daerah dan nasional," kata Tjahjo.

Kemudian, dari aspek hukum, pemilu merupakan landasan yuridis terpilihnya pemimpin negara oleh rakyat secara sah.

Baca juga: H-13 Pencoblosan, Mendagri Ingatkan Publik Gunakan Hak Pilih

Berikutnya adalah aspek sosial budaya. Menurutnya, pemilu harus menjadi ajang pendidikan bagi publik agar berpikir rasional.

"Aspek sosial budaya, bagaimana pemilu ini harus dapat dijadikan ajang pendidikan politik sekaligus bagian dari pendidikan pemilih," ujarnya.

Selain itu, pemilu dinilainya juga harus menjadi ajang bagi para kandidat untuk kampanye yang bermartabat dan saling adu gagasan.

Baca juga: Beri Kuliah Umum, Mendagri Ungkap 3 Hal Krusial Setelah Pencoblosan

Terakhir, Tjahjo juga menyebutkan bahwa pemilu juga harus berjalan aman dan damai sehingga roda pemerintahan dan pelayanan bagi masyarakat tidak terganggu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X