TKN Sebut Ma'ruf Amin Memperkuat Elektabilitas di Kalangan Pemilih Muslim

Kompas.com - 04/04/2019, 11:41 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/3/19). Kampanye terbuka tersebut  dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Maruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang.  ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/wsj.





 *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/Kahfie KamaruCalon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/3/19). Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Maruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional ( TKN), Irma Suryani Chaniago menilai, keunggulan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di kalangan pemilih muslim karena peran Ma'ruf Amin sebagai cawapres dengan latar belakang ulama.

Ia menyebutkan, sosok Ma'ruf Amin mendongkrak elektabilitas secara cukup signifikan.

Hal ini disampaikan Irma menanggapi survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul di kalangan pemilih muslim dibandingkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Iya, pasti Insya Allah Pak Ma'ruf Amin memberikan tambahan elektabiltas suara yang signifikan kepada Pak Jokowi juga. Jadi ini pasangan yang benar-benar ulama dan umaroh," kata Irma saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Survei Indikator Tunjukkan Perubahan Suara Pemilih Islam dari Prabowo ke Jokowi

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (26/11/2018). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Irma Suryani Chaniago saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (26/11/2018).
Menurut dia, kalangan umat Islam di Indonesia telah memahami bahwa lebih baik memilih calon pemimpin dari kalangan ulama, dibandingkan memilih calon pemimpin yang dipilih oleh para ulama.

"Lebih baik pilih ulamanya sendiri daripada pilihan ulama. Kalau pilihan ulama kan dia bukan ulama. Kalau Ma'ruf kan ulama betul," ujar Irma.

Ia juga mengklaim bahwa kalangan muslim telah sadar selama ini capres petahana Joko Widodo membela Islam, dan tak memercayai hoaks yang menyebutkan sebaliknya.

Baca juga: Ke Mana Suara Swing Voters dan Undecided Voters Akan Diberikan? Ini Hasil Survei Indikator

"Alhamdulillah Allah membuka mata membuka jalan membuka hidayah kepada orang-orang yang tadinya termakan hoaks SARA dan fitnah itu akhirnya kembali berfikir rasional bahwa apa yang selama ini difitnah dan digoreng itu kan enggak benar," kata dia.

Saat ini, lanjut Irma, TKN fokus untuk menjawab beberapa hoaks, SARA dan fitnah yang ditujukan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ia menyadari hoaks dan fitnah kepada Jokowi belum sepenuhnya hilang.

"Tapi memang hoaks SARA memang masih belum clear masih banyak orang Indonesia belum tercerahkan," ujar Irma.

Sebelumnya, Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan pergeseran suara pada kalangan umat Islam pada Pilpres dibandingkan 2014.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Nasional
Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Nasional
Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Nasional
Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Nasional
Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Nasional
Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Nasional
Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Nasional
Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Nasional
Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Nasional
Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Nasional
Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Nasional
Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Nasional
Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Nasional
Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Nasional
Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X