Kompas.com - 03/04/2019, 18:00 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). Dalam kampanye tersebut Sandiaga Uno mengajak seluruh simpatisan untuk memenangkan dirinya serta Prabowo Subianto yang maju dalam Pemilu pada April mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANCalon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye terbuka di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). Dalam kampanye tersebut Sandiaga Uno mengajak seluruh simpatisan untuk memenangkan dirinya serta Prabowo Subianto yang maju dalam Pemilu pada April mendatang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengaku merasa terjadi pengulangan atau deja vu antara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2017.

Awalnya, ia mengaku puas dengan kinerja kampanye dua minggu belakangan karena menunjukkan hasil yang baik.

Sandiaga mengungkapkan hal tersebut ketika ditanya perihal hasil terbaru elektabilitas paslon Prabowo Subianto-Sandiaga menurut survei internal.

"Kami puas dengan kinerja kami terutama dua minggu terakhir. Alhamdullilah menunjukkan hasil yang sangat-sangat baik," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/4/2019).

Baca juga: Elektabilitas Terkini Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Menurut 7 Lembaga

Kemudian, ia mengaku merasa deja vu. Menurutnya, banyak isu terkait adanya migrasi suara atau gangguan lainnya di Pilpres 2019, seperti ketika ia maju di pilgub.

Namun, ketika pilgub, pada akhirnya Sandiaga bersama pasangannya, Anies Baswedan, tetap memperoleh suara tertinggi.

Ia pun berharap hal itu dapat terulang dengan sentimen positif yang telah dimiliki.

"Sama seperti di Pilgub DKI, ini kayak deja vu, kayak rekaman ulang. Semua bilang ada turbulensi, akan akan migrasi, dan ini sesuatu yang terjadi dan last minute," ungkapnya.

"Dengan sentimen positif, momentum yang terbangun, Insya Allah kami akan berhasil memuncaki dan menghadirkan suatu realisasi atas harapan masyarakat Indonesia untuk perubahan," sambung dia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X