Indikator: Basis Pendukung Jokowi Berpendidikan Rendah, Prabowo dari Kalangan Berpendidikan Tinggi

Kompas.com - 03/04/2019, 17:44 WIB
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Maruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Maruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat keterpilihan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, memiliki keunggulan di pemilih yang tingkat pendidikanya merupakan lulusan sekolah dasar.

Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia per Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di kalangan pendidikan tersebut sebesar 61,6 persen. Sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 29,6 persen.

"Terlihat polanya, ini Pak Jokowi sangat kuat di pemilih yang lulusan SD atau tidak lulus sekolah sama sekali ada 61,6 persen. Semakin rendah tingkat pendidikan pemilih, makin kuat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf," ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi dalam pemaparan surveinya di kantor Indikator, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Baca juga: Survei Roy Morgan: Elektabilitas Capres Ketat di Pemilih 17-24 Tahun


Burhanudin menjelaskan, dominasi Jokowi-Ma'ruf di tingkat keterpilihan kalangan pendidikan ke bawah terjadi karena saat ini jumlah pengangguran di Indonesia lebih banyak di kalangan masyarakat yang berpendidikan tinggi, seperti lulus perguruan tinggi.

Hal itu, lanjutnya, dibarengi dengan propaganda Prabowo-Subianto yang kerap mengampanyekan perihal susahnya mendapatkan lapangan kerja di kalangan milenial.

"Ternyata ada dasarnya, kelompok pengangguran saat ini didomunasi orang yang lulus perguruan tinggi. Mereka yang memiliki ekspetasi pendidikan tinggi. Sedangkan yang kalangan pendidikan rendah lebih sedikit menjadi pengangguran karena mereka menerima apapun pekerjaan yang ada," kata Burhanuddin.

Baca juga: Elektabilitas Terkini Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Menurut 7 Lembaga

Burhanudin menuturkan, Prabowo-Sandi memang lebih unggul di kalangan masyarakat berpendidikan tinggi. Di kalangan pemilih lulusan perguruan tinggi, tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi berada di 58,9 persen, sedangkan Jokowi-Ma'ruf 36,3 persen.

"Pemilih yang berpendidikan tinggi memang lebih banyak milih Prabowo-Sandi. Mereka kan menyasar di kelompok milenial yang kini tingkat pengangguranya tinggi," paparnya.

Sementara survei ini dilakukan terhadap 1.220 responden dengan metode random samping. Adapun margin of error sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaanya 95 persen. Survei ini dibiayai secara mandiri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wiranto: Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang karena Punya Masalah Pribadi

Wiranto: Rizieq Shihab Tak Bisa Pulang karena Punya Masalah Pribadi

Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Wacana Pemulangan WNI Simpatisan ISIS di Suriah

Pemerintah Bentuk Satgas Wacana Pemulangan WNI Simpatisan ISIS di Suriah

Nasional
Diperiksa Riza Kasus BLBI, Rizal Ramli Dikonfirmasi soal Misrepresentasi

Diperiksa Riza Kasus BLBI, Rizal Ramli Dikonfirmasi soal Misrepresentasi

Nasional
Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

Nasional
Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Prabowo Kumpulkan Dewan Pembina di Hambalang, Bahas Hasil Pertemuan dengan Jokowi

Nasional
Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Jokowi Pastikan Blok Masela Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Percepat Kepulangan ke Indonesia

Nasional
Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Nasional
Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat, Tomy Winata Minta Maaf

Nasional
Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Janji Jokowi soal Dana Abadi Kebudayaan Diharapkan Jadi Pendukung Kegiatan Komunitas Seni

Nasional
Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Gerindra Incar Kursi Ketua MPR, Ace Hasan Sebut Golkar Lebih Pantas

Nasional
Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Wiranto: Akhir-akhir Ini Pemerintah Hadapi Kondisi Rawan Keamanan

Nasional
Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Tomy Winata Menyesali Pengacaranya Serang Hakim PN Jakarta Pusat

Nasional
Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Rekonsiliasi, Fraksi Gerindra Usulkan Gerindra Ketua MPR, PDI-P Ketua DPR

Nasional
Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Menyerang Hakim dalam Persidangan, Apa Hukumannya?

Nasional
Close Ads X