Ma'ruf Amin Yakin Pembangunan Tol Bocimi Tingkatkan Elektabilitasnya dan Jokowi

Kompas.com - 03/04/2019, 15:33 WIB
Cawapres nomor urut 01 K.H. Maruf Amin tiba untuk mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoCawapres nomor urut 01 K.H. Maruf Amin tiba untuk mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
|
Editor Krisiandi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meyakini pembangunan tol Bogor Ciawi Sukabumi ( Bocimi) bakal meningkatkan elektabilitasnya dan capres petahana Joko Widodo di Jawa Barat, khususnya Sukabumi.

Ia meyakini, masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi yang besar lewat pembangunan tol Bocimi tersebut.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat ditanya apakah pembangunan tol Bocimi akan berdampak positif bagi elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat.

Baca juga: Saat Maruf Amin Jadi Sasaran Foto Bareng Warga

"Pastilah. Makanya saya bilang ini permulaan. Sudah bagus. Yang sudah lama enggak maju-maju. Tapi sejak Pak Jokowi sudah mulai (pembangunan tol Bocimi)," kata Ma'ruf saat berkunjung ke Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019).

Ia mengatakan, saat ini pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Barat elektabilitasnya sama-sama di kisaran 50 persen.

Baca juga: Maruf Amin: Dulu Jalan Tol di Sukabumi Masih Cita-cita

Ia mengatakan semua elemen pendukung terus berusaha meningkatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat agar unggul dari Prabowo-Sandiaga pada 17 April nanti.

Ma'ruf pun memasang target sebesar 60 persen suara untuk di Jawa Barat pada hari pencoblosan nanti.

"Jabar sudah di atas 50 persen, Sukabumi ya sekitar 50 persen. Masih draw. Tapi besok beberapa hari ini kami harapkan naik cepat. 60 persen lah, itu realistis lah ya. Sukabumi dulunya kalah banyak dulu hanya 30 persen (Jokowi-Jusuf Kalla)," lanjut Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPR Gelar 'Fit and Proper Test' Calon Anggota Ombudsman, Berikut Nama Pesertanya

DPR Gelar "Fit and Proper Test" Calon Anggota Ombudsman, Berikut Nama Pesertanya

Nasional
Anies Serahkan Penanganan Covid-19 ke Pusat, Epidemiolog: Memang Tugas Pemerintah Pusat

Anies Serahkan Penanganan Covid-19 ke Pusat, Epidemiolog: Memang Tugas Pemerintah Pusat

Nasional
Impor Komoditas Pangan Masih Tinggi, Jokowi Minta CEO Kerja Sama dengan Petani

Impor Komoditas Pangan Masih Tinggi, Jokowi Minta CEO Kerja Sama dengan Petani

Nasional
Polisi: Pelaku Eksibisionis terhadap Istri Isa Bajaj Sering Tonton Video Porno

Polisi: Pelaku Eksibisionis terhadap Istri Isa Bajaj Sering Tonton Video Porno

Nasional
BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

BNPB: Korban Meninggal Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

Nasional
Listyo Sigit Gagas Program 'Polri Presisi', Ini Masukan Kompolnas agar Terwujud

Listyo Sigit Gagas Program "Polri Presisi", Ini Masukan Kompolnas agar Terwujud

Nasional
Jokowi soal Penanganan Pandemi: Bagi yang Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit ...

Jokowi soal Penanganan Pandemi: Bagi yang Komentar Mungkin Mudah, tapi Praktiknya Sulit ...

Nasional
2021 Belum Sebulan, Sudah 185 Bencana Terjadi di Tanah Air

2021 Belum Sebulan, Sudah 185 Bencana Terjadi di Tanah Air

Nasional
MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Nasional
Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Nasional
KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Nasional
Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Nasional
Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X