Ma'ruf Amin: Dulu Jalan Tol di Sukabumi Masih Cita-cita

Kompas.com - 03/04/2019, 15:23 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/3/19). Kampanye terbuka tersebut  dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Maruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang.  ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/wsj.





 *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/Kahfie KamaruCalon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin berorasi saat hadir pada kampanye terbuka di Lapangan Kamboja, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Sabtu (30/3/19). Kampanye terbuka tersebut dihadiri calon Wakil Presiden K.H. Maruf Amin untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 tersebut pada Pemilu serentak 17 April mendatang. ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/wsj. *** Local Caption ***
|
Editor Krisiandi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai sudah banyak tanda-tanda kemajuan yang bisa dilihat masyarakat Sukabumi di era pemerintahan capres petahana Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat berpidato dalam rangka peringatan Isra Miraj di Wisma Kinasih dalam kunjungannya ke Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/4/2019).

"Mudah-mudahan kita sebagai manusia bisa miraj (naik). Naik derajatnya. Naik tingkatannya. Naik imannya. Dan naik semuanya. Alhamdulillah. Insya Allah Sukabumi juga akan miraj juga," ujar Ma'ruf.

"Jangan isra (berjalan) terus. Isra itu tidak naik-naik. Tandanya sudah ada. Yang dulu jalan tol (di Sukabumi) baru cita-cita terus, mulai, tidak jadi, mulai, tidak jadi. Habis pilpres kita teruskan (jalan tol Bocimi) sampai ke Sukabumi. Itu namanya miraj," lanjut dia.

Karena itu, Ma'ruf mengatakan, semestinya Jokowi melanjutkan kembali pemerintahannya pada periode 2019-2024 dengan memenangi Pilpres 2019.

Baca juga: Saat Maruf Amin Jadi Sasaran Foto Bareng Warga

Ma'ruf mengatakan jika Jokowi dan dirinya menang maka kemajuan di berbagai bidang juga akan dirasakan masyarakat, khususnya warga Sukabumi.

"Kita harapkan Pak Jokowi bisa sekali lagi. Supaya miraj terus. Karena sudah bukti, sudah nyata. Dan Sukabumi Insya Allah akan miraj lagi, naik lagi," ujar Ma'ruf.

"Saya minta doa kepada rakyat Sukabumi, tadi kan disebut-sebut saya diangkat Pak Jokowi sebagai cawapres. Mau mendoakan saya apa tidak? Mendukung saya apa tidak? Pasti? Yakin? Janji ya? Alhamdulillah," lanjut Ma'ruf.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

Pemerintah Dikabarkan Batal Beli Sejumlah Vaksin Covid-19, Ini Kata Satgas

Nasional
Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Nasional
KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

Nasional
BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

Nasional
Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Nasional
Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Nasional
Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Nasional
KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Nasional
Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Nasional
Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Nasional
Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Nasional
Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Nasional
Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Nasional
4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X