Diperiksa KPK, Mantan Sekjen Kemenag Mengaku Ditanya soal Proses Seleksi Jabatan

Kompas.com - 02/04/2019, 16:04 WIB
Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam mengatakan, dirinya ditanya soal prosedur seleksi jabatan tinggi di Kemenag oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam mengatakan, dirinya ditanya soal prosedur seleksi jabatan tinggi di Kemenag oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama ( Kemenag) Nur Syam mengatakan, dirinya ditanya soal prosedur seleksi jabatan tinggi di Kemenag oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Hal itu ia sampaikan usai diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur. Nur Syam diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Meski demikian, Nur Syam tak ingat berapa pertanyaan penyidik yang ia jawab.

"Waduh enggak ingat saya (berapa pertanyaan). Yang jelas (soal) prosedur seleksi aja. (Seleksi) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kementerian Agama," kata Nur Syam saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Pria yang juga menjadi Guru Besar Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel ini menegaskan, proses seleksi di Kemenag harus sesuai dengan regulasi-regulasi yang berlaku.

Baca juga: Ketua Pansel Mengaku Tak Tahu Dugaan Romahurmuziy Pengaruhi Seleksi Jabatan Kemenag

Ia mengaku tak tahu saat disinggung soal terpilihnya tersangka Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur.

Haris sempat tak lolos dalam nama kandidat yang akan dipilih sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sebab, Haris pernah terkena sanksi disiplin. Namun, pada akhirnya hasil seleksi meloloskan Haris.

"Itu urusan panitia (seleksi) sekarang, saya enggak tahu itu," kata dia.

Dalam kasus ini, Romahurmuziy diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Baca juga: KASN Sebut Sudah Peringatkan Kemenag Sebelum OTT KPK

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.

Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Dijadwalkan Beri Kuliah Umum di Sekolah Legislatif Partai Nasdem

Jokowi Dijadwalkan Beri Kuliah Umum di Sekolah Legislatif Partai Nasdem

Nasional
Polisi Sebut Jamaah Islamiyah Dekati Parpol sebagai Strategi Bentuk Negara Khilafah

Polisi Sebut Jamaah Islamiyah Dekati Parpol sebagai Strategi Bentuk Negara Khilafah

Nasional
Sambil Terisak, Saksi Mengaku Terima Uang Rp 250 Juta dari Dirut Grand Kartech

Sambil Terisak, Saksi Mengaku Terima Uang Rp 250 Juta dari Dirut Grand Kartech

Nasional
Mendagri Minta Pidato Visi Indonesia Jokowi Disebar Sampai Perangkat Desa

Mendagri Minta Pidato Visi Indonesia Jokowi Disebar Sampai Perangkat Desa

Nasional
Visi Jokowi Tanpa Penuntasan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu...

Visi Jokowi Tanpa Penuntasan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu...

Nasional
Surat Baiq Nuril untuk Jokowi dan Amnesti yang Kian Dekat...

Surat Baiq Nuril untuk Jokowi dan Amnesti yang Kian Dekat...

Nasional
[BERITA POPULER] Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais | Hati-hati Unggah Foto Anak di Hari Pertama Sekolah

[BERITA POPULER] Isi Surat Prabowo kepada Amien Rais | Hati-hati Unggah Foto Anak di Hari Pertama Sekolah

Nasional
Ma'ruf Amin: Semoga Tidak 'Tomat', Tobat Kemudian Kumat

Ma'ruf Amin: Semoga Tidak 'Tomat', Tobat Kemudian Kumat

Nasional
Komnas HAM Dorong Jokowi Prioritaskan Penuntasan Kasus HAM Masa Lalu

Komnas HAM Dorong Jokowi Prioritaskan Penuntasan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional
MPR: Rekonsiliasi Baik untuk Kepentingan Bangsa

MPR: Rekonsiliasi Baik untuk Kepentingan Bangsa

Nasional
Jaksa KPK Tuntut Eks GM Hutama Karya 7 Tahun Penjara dan Rp 500 Juta

Jaksa KPK Tuntut Eks GM Hutama Karya 7 Tahun Penjara dan Rp 500 Juta

Nasional
Amien Rais: Lucu, Enggak Ditawari Pak Jokowi Tapi Minta-minta...

Amien Rais: Lucu, Enggak Ditawari Pak Jokowi Tapi Minta-minta...

Nasional
Komnas HAM Kecewa Jokowi Tidak Bicara HAM dalam Pidato Visi Indonesia

Komnas HAM Kecewa Jokowi Tidak Bicara HAM dalam Pidato Visi Indonesia

Nasional
Usai Jokowi dan Prabowo Bertemu, DPR Minta Rakyat Rajut Persatuan

Usai Jokowi dan Prabowo Bertemu, DPR Minta Rakyat Rajut Persatuan

Nasional
KPK Periksa 16 Saksi Kasus Suap Ketua DPRD Tulungagung

KPK Periksa 16 Saksi Kasus Suap Ketua DPRD Tulungagung

Nasional
Close Ads X