Dihalangi Saat Akan Ziarah Leluhurnya di Madura, Ini Kata Ma'ruf Amin

Kompas.com - 02/04/2019, 13:35 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin (tengah) menyalami sejumlah santri saat menghadiri Istighosah dan Deklarasi Kyai-Santri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kemenangan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi - Maruf Amin di Lapangan Yayasan Nur Iman, Mlangi, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/3/2019). Acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu menjadi rangkaian safari politik K.H. Maruf Amin di Yogyakarta guna pemenangan pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj. Andreas Fitri AtmokoCalon Wakil Presiden nomor urut 01 K.H. Maruf Amin (tengah) menyalami sejumlah santri saat menghadiri Istighosah dan Deklarasi Kyai-Santri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kemenangan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi - Maruf Amin di Lapangan Yayasan Nur Iman, Mlangi, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/3/2019). Acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu menjadi rangkaian safari politik K.H. Maruf Amin di Yogyakarta guna pemenangan pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj.

LOMBOK, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin merasa heran karena dihalangi ketika ingin berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan, Madura, Senin (1/4/2019).

Saat itu, massa mengeliling mobil rombongan Ma'ruf Amin di Desa Jambringin sambil meneriakkan nama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Mereka mengangkat dua jari yang biasa menjadi gesture dukungan untuk Prabowo-Sandiaga. Massa juga membawa poster Prabowo-Sandiaga dan menunjukannya ke mobil rombongan Ma'ruf.

Baca juga: Polisi Bantah Kabar Maruf Amin Dicegat Massa Prabowo di Pamekasan

 

Ma'ruf mengatakan, Kiai Suhro merupakan leluhurnya sendiri.

"Jadi saya kan sudah kampanye di Sumenep, lapangan penuh. Saya pulang itu kan ziarah, ziarah itu Mbah saya. Jadi yang saya ziarahi itu, Mbah saya namanya Suhro," ujar Ma'ruf ketika tiba di Bandara Internasional Lombok, Selasa (1/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Orang ziarah kok dihalangi? Itu juga aneh kan," tambah dia.

Ma'ruf mengatakan, malam itu dia tidak jadi berziarah sekaligus menghadiri haul.

Baca juga: Kapolres Pamekasan Bantah Ada Penghadangan Terhadap Maruf Amin

Akan tetapi, ia mengatakan, alasannya bukan karena diadang oleh massa. Ma'ruf mengatakan, jalanan menuju lokasi acara tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraannya.

Ia menyebutkan, dia tidak takut dengan sikap intimidasi semacam itu.

"Mereka itu ketakutan, sama ziarah saja ketakutan, panik," kata Ma'ruf.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Tingginya Angka Kematian dan Kegagalan Deteksi Dini Covid-19 | Isolasi Mandiri adalah Tanggung Jawab Negara

[POPULER NASIONAL] Tingginya Angka Kematian dan Kegagalan Deteksi Dini Covid-19 | Isolasi Mandiri adalah Tanggung Jawab Negara

Nasional
Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Nasional
Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Nasional
Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Nasional
Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

Nasional
Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

Nasional
UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

Nasional
BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X