Respons Debat Capres, FSGI Sebut Penanaman Pancasila di Sekolah Sudah Dilakukan

Kompas.com - 02/04/2019, 10:22 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim di Kantor LBH Jakarta, Minggu (3/12/2017).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim di Kantor LBH Jakarta, Minggu (3/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) mengungkapkan bahwa penanaman ideologi Pancasila sudah dilakukan saat ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim, menanggapi pernyataan kedua calon presiden yang menghendaki pendidikan Pancasila diajarkan sejak dini.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkannya dalam debat keempat Pilpres 2019 pada Sabtu (30/3/2019) malam.

"Jawaban kedua capres yang akan memasukkan ideologi Pancasila melalui kurikulum pendidikan di sekolah sampai perguruan tinggi adalah jawaban yang sudah terealisasi," kata Satriwan melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: Jimly: Rangkul Mantan Anggota HTI Kembali ke Pancasila

Ia menuturkan terdapat tiga hal yang digunakan dunia pendidikan untuk menanamkan Pancasila.

Ketiganya yaitu melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)/PKn di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan membentuk kebiasaan sehingga menjadi budaya sekolah.

Namun demikian, kata Satriwan, penanaman Pancasila melalui pendidikan formal memiliki kekurangan pada cara penyampaian.

Satriwan mengatakan, cara penyampaian kerap kali tidak menarik sehingga membuat murid merasa bosan.

Baca juga: Komnas HAM: Jokowi dan Prabowo Kurang Singgung Keberagaman dalam Pancasila

Maka dari itu, ia menyarankan agar hal tersebut diperbaiki agar pendidikan Pancasila melalui kurikulum lebih efektif.

"Oleh karena itu, kami meminta pemerintah mesti meng-upgrade para guru dan dosen PPKn/PKn melalui pelatihan-pelatihan yang berkualitas, berbobot, bermanfaat, berdampak, dan berkelanjutan, serta evaluatif," ujarnya.

Debat yang mempertemukan capres nomor urut 01, Joko Widodo, dengan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto itu membahas tema ideologi, pemerintahan, keamanan, serta hubungan internasional.

Dalam debat tersebut, baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama menghendaki Pendidikan Pancasila diajarkan sejak pendidikan dini.

"Kita harus memasukkan Pancasila ke dalam pendidikan bangsa kita. Pendidikan dari kecil, dari awal, dari usia dini, Taman Kanak-Kanak," ujar Prabowo.

"Mengenai dirumuskannya Pancasila, dibangunnya Pancasila ini harus diberikan di dalam pendidikan-pendidikan anak-anak kita, sejak, bukan dari TK, sejak dari PAUD. PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Universitas, S2, S3," kata Jokowi.



Terkini Lainnya


Close Ads X