Akan Jalani Persidangan, KPK Pindahkan Penahanan 2 Tersangka Kasus Bupati Mesuji

Kompas.com - 01/04/2019, 18:03 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan penahanan dua tersangka kasus dugaan suap ke Bupati Mesuji Khamami. Dokumentasi Humas KPKKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan penahanan dua tersangka kasus dugaan suap ke Bupati Mesuji Khamami.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) memindahkan penahanan dua tersangka kasus dugaan suap ke Bupati Mesuji Khamami.

Mereka telah dipindahkan ke Rutan Raja Basa untuk menjalani proses persidangan. Sebab, KPK sudah melimpahkan berkas dakwaan keduanya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Lampung.

"KPK membawa dua tahanan dalam kasus suap terkait pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018 untuk persiapan persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Lampung," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan persnya, Senin (1/4/2019).

Baca juga: 5 Fakta di Balik Sosok Bupati Mesuji yang DItangkap KPK, Dikenal Bersahaja hingga Harta Kekayaan Rp 22 Miliar

Kedua tersangka yang dipindahkan adalah pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri, Sibron Azis dan seorang swasta bernama Kardinal.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Khamami sebagai tersangka.

Selain itu adik Khamami, Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wawan Suhendra juga ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai penerima suap.

Baca juga: OTT Bupati Mesuji, Uang Miliaran Dititipkan di Toko Ban hingga Ditahan KPK

KPK juga menjerat Sibron Azis dan Kardinal. Keduanya diduga sebagai pemberi suap.

Khamami diduga menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari Sibron melalui beberapa perantara.

Pemberian tersebut diduga terkait fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

Baca juga: 6 Fakta OTT Bupati Mesuji oleh KPK di Lampung, Uang Suap Rp 1 Miliar di Kardus hingga Diminta Mundur dari Nasdem

Diduga uang tersebut merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta.

Permintaan disampaikan melalui Wawan kepada rekanan calon pemenang atau pelaksana proyek di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.

Fee tersebut merupakan pembayaran fee atas 4 proyek yang dikerjakan dua perusahaan Sibron.

Diduga, fee proyek diserahkan kepada Taufik dan digunakan untuk kepentingan Khamami.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X