Kompas.com - 01/04/2019, 16:55 WIB
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTODirektur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional pasangan (BPN) Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menyebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) konyol.

Hal ini berawal dari IT BPN yang menemukan 17,5 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang janggal. Salah satu kejanggalannya adalah, ditemukan 9,8 juta nama pada DPT yang bertanggal lahir sama.

IT BPN yang diwakili Agus Maksun pun melaporkan temuan tersebut ke KPU agar ditindaklanjuti.

"Atas DPT janggal itu, KPU malah melakukan sampling di titik-titik yang berbeda dengan temuan kami," ujar Agus dalam konferensi pers di Grand Ballroom Ayana Hotel, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Menempatkan dan Menyikapi Polemik Temuan DPT Tak Wajar...

"Kami kemudian mendapatkan update, ditemukan orang yang lahirnya tanggal 1, bulan 1 atau yang lahir tanggal 31 bulan 12. Mereka difoto, dilaporkan kepada kami bahwa ini orang-orangnya. Ya kita tahu, memang ada yang lahir tanggal segitu bulan segitu. Tapi bukan itu maksud kami," lanjut Agus.

Semestinya, KPU tidak perlu melakukan sampling. KPU semestinya tinggal mengecek ke lapangan langsung apakah 9,8 juta nama di DPT yang bertanggal lahir sama berdasarkan temuan IT BPN itu benar-benar ada atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, temuan IT BPN yang diserahkan ke KPU berupa by name by address. Sehingga tidak terlalu sulit untuk mengeceknya secara langsung.

Hashim yang turut serta dalam konferensi pers tersebut menyela.

"Ini menurut kami konyol. Ini contoh saja ya, tindakan konyol," ujar Hashim.

Baca juga: Temuan DPT Tak Wajar: Ribuan Orang di Satu KK Hingga Pemilih yang Belum Lahir

Ia kemudian menjelaskan hal yang sama seperti yang dijelaskan Agus sebelumnya menggunakan bahasa Inggris. Diketahui, dalam konferensi pers tersebut, turut hadir pemantau dan media asing.

Hashim juga mengatakan, KPU serta Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri seolah-olah tidak ada yang mau bertanggung jawab atas temuan karut marutnya identitas warga negara tersebut.

"Tidak ada pihak manapun dari kedua ini, (KPU dan Dukcapil) yang mau bertanggung jawab atas keabsahan dari data kami ini," ujar Hashim.

Pihak BPN tetap mendorong supaya KPU segera memperbaiki DPT Pemilu 2019 secepat mungkin. Perbaikan ini demi mencegah kecurangan terjadi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Sosok Ali Kalora, Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Dikabarkan Tewas

Nasional
Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Muhammad Kece Diduga Dianiaya Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri

Nasional
Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Teroris Poso Ali Kalora dan Jaka Ramadhan Tewas dalam Baku Tembak

Nasional
Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Spesifikasi Kapal Perang Arrowhead-140 yang Akan Dibuat Indonesia dengan Desain dari Inggris

Nasional
UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

UPDATE 18 September: Sebaran 3.385 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Timur

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Mencapai 21,47 Persen

Nasional
UPDATE: 276.094 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,79 Persen

UPDATE: 276.094 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 5,79 Persen

Nasional
UPDATE 18 September: Ada 364.144 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 September: Ada 364.144 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 7.076, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 3.983.140

UPDATE: Bertambah 7.076, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Kini 3.983.140

Nasional
UPDATE 18 September: 65.066 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 September: 65.066 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 September: Bertambah 185, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 140.323

UPDATE 18 September: Bertambah 185, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Jadi 140.323

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.385 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.188.529

UPDATE: Bertambah 3.385 Orang, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.188.529

Nasional
Indonesia Akan Bangun 2 Unit Kapal Frigate dari Desain Babcock Inggris

Indonesia Akan Bangun 2 Unit Kapal Frigate dari Desain Babcock Inggris

Nasional
Menkes Optimistis Suntikan Vaksin Covid-19 Capai 2 Juta Dosis Sehari pada September

Menkes Optimistis Suntikan Vaksin Covid-19 Capai 2 Juta Dosis Sehari pada September

Nasional
Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia

Pemerintah Diminta Bersikap Tegas soal Pembangunan Kapal Selam Nuklir Australia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.