Kompas.com - 31/03/2019, 15:40 WIB
Calon Presiden No. urut satu Jokowi bersama isteri menghadiri deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia pada Sabtu, 23 Maret 2019. Dok. IstimewaCalon Presiden No. urut satu Jokowi bersama isteri menghadiri deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia pada Sabtu, 23 Maret 2019.


GOWA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menargetkan ia dan cawapres Ma'ruf Amin bisa meraih banyak suara di Sulawesi Selatan.

Jokowi mengatakan, setidaknya perolehan suaranya di Sulsel harus sama dengan perolehan suara pada pemilihan presiden 2014 lalu.

"Ya kita di tahun 2014 di Sulsel, kita mendapatkan angka 71,4 persen. Saya ingat betul. Ya tahun ini minimal sama. Minimal sama. Itu saja sudah," kata Jokowi, usai berkampanye di Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3/2019).

Jokowi mengaku, sangat senang dengan antusiasme masyarakat Makassar dan Gowa yang menyambutnya secara meriah.

Baca juga: Hadapi Perubahan Lanskap, Jokowi Ajak Bersatu Demi Bangsa

 

Massa memadati lokasi kampanye Jokowi. Saat di Makassar, Jokowi juga sempat naik becak sambil diiringi masyarakat menuju lokasi kampanye di lapangan Karebosi.

"Kita lihat tadi, dengan Pak Nurdin Abdullah, di Karebosi, kemudian dengan Pak Ikhsan di Gowa tadi, antusiasme masyarakat cukup besar," kata Jokowi.

Dengan antusiasme masyarakat itu, Jokowi yakin target menang di atas 70 persen menghadapi pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bisa tercapai.

"Jadi, kalau saya lihat, angka tadi mestinya Insya Allah ya ketemu," kata calon presiden petahana ini.

Baca juga: Kalla: Tadi Malam di TV Ada yang Marah-Marah, Pasti Bukan Pak Jokowi

Dalam orasinya, Jokowi mengajak masyarakat datang ke TPS pada 17 April nanti dan memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ia juga meminta masyarakat menggunakan baju putih, baju yang digunakan Jokowi-Ma'ruf dalam foto di kertas suara.

"Perlu saya ingatkan, kita datang berbondong-bondong ke TPS memakai baju putih. Karena yang akan dicoblos bajunya putih. Putih adalah kita, kita adalah putih," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

Mahfud Beberkan Dugaan Barang Selundupan di Proyek Satelit Militer Kemenhan

Nasional
Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

Rapat Hingga Dini Hari, Pansus Putuskan RUU IKN Disahkan Selasa

Nasional
Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

Kemendagri Terbitkan 2 Aturan Perpanjangan PPKM untuk Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali

Nasional
Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

Saat Panglima Andika Memastikan Pangkostrad Baru Jenderal TNI Bintang Dua..

Nasional
Komnas HAM Sebut Aktivis dan Jurnalis Paling Banyak Diretas untuk Dibungkam

Komnas HAM Sebut Aktivis dan Jurnalis Paling Banyak Diretas untuk Dibungkam

Nasional
Jokowi: Mahasiswa Jangan Dipagari Terlalu Banyak Program Studi

Jokowi: Mahasiswa Jangan Dipagari Terlalu Banyak Program Studi

Nasional
Perkembangan Terkini Ibu Kota Baru, Bernama Nusantara dan Mayoritas Biaya dari APBN

Perkembangan Terkini Ibu Kota Baru, Bernama Nusantara dan Mayoritas Biaya dari APBN

Nasional
Dari Penjara, Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Dari Penjara, Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

Nasional
Profil 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Baru 'Nusantara' yang Disebut Jokowi

Profil 4 Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Baru "Nusantara" yang Disebut Jokowi

Nasional
Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan

Jadi Tulang Punggung Keluarga, Ferdinand Hutahaean Ajukan Penangguhan Penahanan

Nasional
Sejarawan: Nama Nusantara untuk Ibu Kota Baru Wakili Arogansi dan Jawa Sentris

Sejarawan: Nama Nusantara untuk Ibu Kota Baru Wakili Arogansi dan Jawa Sentris

Nasional
Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Berkas Perkara Terasangka Petrus Edy Susanto Diserahkan Penyidik ke Jaksa

Nasional
Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Eks Pejabat Wijaya Karya I Ketut Suarbawa Dinyatakan Lengkap

Nasional
Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Menurut Komnas HAM, Ini Isu yang Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Jokowi Pilih 'Nusantara' Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Jokowi Pilih "Nusantara" Jadi Nama Ibu Kota Baru, Pansus RUU IKN Beri Catatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.