Prabowo: Insya Allah, Aku Akan Jemput Habib Rizieq

Kompas.com - 29/03/2019, 19:43 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) melakukan orasi dalam kampanye terbuka di Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019). Kampanye terbuka tersebut dihadiri sejumlah juru kampanye nasional tim kemenangan Prabowo-Sandi serta ratusan ribu pendukung. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaCalon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) melakukan orasi dalam kampanye terbuka di Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019). Kampanye terbuka tersebut dihadiri sejumlah juru kampanye nasional tim kemenangan Prabowo-Sandi serta ratusan ribu pendukung. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama.

BOGOR, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berkomitmen untuk menjemput tokoh Front Pembela Islam (FPI) jika terpilih pada Pilpres 2019.

Janji itu ia ucapkan saat berkampanye lapangan luar area Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

"Insya Allah, aku akan jemput Habib Rizieq," ujar Prabowo.

Sontak para pendukungnya bersorak dan bertepuk tangan mendengar janji dari calon presiden jagoannya itu.

"Prabowo Presiden! Prabowo Presiden!"

Baca juga: 5 Janji Prabowo di Pamekasan, dari Jemput Rizieq Shihab hingga Bebaskan Para Habib

Prabowo pun meminta para pendukungnya untuk berjuang agar ia dan calon wakil presiden Sandiaga Uno dapat memenangkan Pilpres 2019.

Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan bahwa ia ingin mati membela rakyat Indonesia.

"Bantu saya, menangkan kami. Kami akan berjuang untuk kalian. Anggap saya ini adalah alatmu, saya adalah saudara kandungmu, saya adalah anak kandung rakyat Indonesia," ucapnya.

"Saya jadi begini karena rakyat. Saya ingin mati membela rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Acara kampanye Prabowo tersebut dihadiri oleh ribuan pendukungnya yang telah memadati Stadion Pakansari sejak pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Ditawari Prabowo Jadi Menteri, Ini Kata AHY

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Wasekjen DPP Golkar: Kartu Prakerja Beri Peluang Peningkatan Keterampilan

Nasional
Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Pilkada Saat Pandemi: Anggaran Membengkak dan Harus Sesuai Protokol Kesehatan

Nasional
Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Kemenlu: Hampir 79.000 WNI Telah Kembali dari Malaysia

Nasional
Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Kamis Ini, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dijadwalkan Jalani Sidang Perdana

Nasional
Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Gugus Tugas: Belum Ada Vaksin Covid-19, Status Bencana Nasional Masih Diperlukan

Nasional
Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Penerapan New Normal dan Anggapan Terlalu Prematur

Nasional
Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Menpan RB Sebut Sistem Kerja ASN Fleksibel Saat New Normal

Nasional
Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Polisi Diminta Tuntaskan Seluruh Kasus Dugaan Perbudakan ABK Indonesia

Nasional
Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Pemerintah Sebut Jakarta Salah Satu Provinsi yang Siap Relaksasi PSBB

Nasional
UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

UPDATE: 23.851 Kasus Covid-19, Sejumlah Provinsi Disebut Tak Lagi Alami Penambahan Signifikan

Nasional
Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Marak Praktik Perbudakan ABK WNI, Pemerintah Didesak Ratifikasi ILO 188

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan 'New Normal'

Ketua DPR Minta Pemerintah Transparan soal Data Covid-19 Sebelum Terapkan "New Normal"

Nasional
49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

49 WNI Positif Covid-19 di Malaysia Berasal dari Klaster Depo Tahanan Imigrasi dan Konstruksi

Nasional
Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Ini Keinginan Iman Brotoseno Setelah Dilantik Jadi Dirut TVRI

Nasional
Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat Galang Petisi Penundaan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X