Survei CSIS: 4 Parpol Baru dan 3 Parpol Lama Tak Lolos ke DPR

Kompas.com - 28/03/2019, 21:37 WIB
Peneliti CSIS Arya Fernandez saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPeneliti CSIS Arya Fernandez saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Center for Strategic and International Studies ( CSIS) 15-22 Maret 2019 menunjukkan ada tujuh partai politik peserta pemilu 2019 yang terancam tak lolos ke DPR RI.

Elektabilitas ketujuh parpol itu tak mencapai ambang batas untuk lolos ke parlemen sebesar 4 persen meski sudah menghitung margin of error survei +/- 2,21 persen.

Dari tujuh parpol itu, empat di antaranya adalah parpol pendatang baru. Partai Solidaritas Indonesia yang gencar melakukan kampanye lewat media sosial hanya meraih elektabilitas 0,5 persen.

Begitu juga Partai Perindo yang menguasai jaringan media MNC Group, perolehan suaranya hanya 1,1 persen.

Baca juga: Elektabilitas Parpol Menurut Survei Terbaru Tiga Lembaga

Dua parpol baru lainnya yakni Partai Berkarya dan Partai Garuda bahkan sama-sama hanya mendapatkan suara dari 0,1 persen responden.

Adapun tiga sisanya yang tak lolos ke parlemen adalah partai lama. Partai Hanura yang kini memiliki kursi di DPR terancam gagal untuk kembali duduk kembali di Senayan karena hanya meraih suara 0,8 persen.

Dua partai lainnya yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) juga terancam tak lolos ke DPR seperti halnya pemilu 2014 lalu. PBB hanya memperoleh 0,4 persen suara, sementara PKPI 0,2 persen.

Peneliti CSIS Arya Fernandez mengatakan, ketujuh parpol tersebut harus berjuang keras jika ingin melewati ambang batas parlemen empat persen dan menempatkan wakilnya di Senayan.

Menurut dia, ketujuh parpol masih mempunyai peluang meningkatkan suara mengingat banyak responden yang belum menentukan pilihan atau pun merahasiakan parpol pilihannya.

"Perubahan dukungan pemilih dan perolehan suara partai terutama di partai menengah dan kecil diperkirakan masih mungkin terjadi. Hal tersebut dipengaruhi karena masih cukup tingginya responden yang merahasiakan pilihan saat survei dilakukan," kata Arya.

Berdasarkan survei, ada 18,2 persen responden yang tidak menjawab atau merahasiakan jawabannya saat ditanya soal parpol yang akan dipilih di pemilu 2019. Adapun 3,2 persen responden lainnya mengaku belum menentukan pilihan.

Baca juga: Survei CSIS: 70,2 Persen Responden Nilai KPU Bekerja Sesuai Prosedur

"Kampanye dan mobilitas caleg juga akan diperkirakan akan membuat konstelasi berubah terutama di partai menengah dan kecil," kata Arya.

Survei ini dilakukan dengan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang memiliki hak pilih tersebar di 34 provinsi. Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dibiayai sendiri oleh CSIS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X