Survei CSIS: Jokowi Menang di Lulusan SD-SMP-SMA, Prabowo Perguruan Tinggi

Kompas.com - 28/03/2019, 19:01 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan no urut 2, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Calon Presiden, Pemilihan Umum 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) menemukan bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul di pemilih berlatar pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

Adapun rivalnya, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di pemilih yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sebanyak 57,3 persen pemilih Jokowi-Ma'ruf berlatarbelakang SD hingga SMP, sementara pemilih Prabowo-Sandi di jenjang pendidikan itu hanya 28 persen. 

Di jenjang pendidikan SMA, pemilih Jokowi-Ma'ruf 45,8 persen, Prabowo-Sandi 39,9 persen.

Baca juga: Survei CSIS: Jokowi-Maruf 51,4 Persen, Prabowo-Sandi 33,3 Persen

Namun pada pemilih yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, Prabowo-Sandi unggul dengan 42,5 persen. Sementara Jokowi-Ma'ruf 35,2 persen.

"Jadi tampak sekali pemilih Jokowi berasal dari pendidikan rendah dan menengah sementara Prabowo berlatarbelakang Diploma dan Universitas," kata peneliti CSIS Arya saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Kamis (28/1/2019).

Dari segi pekerjaan atau profesi, Jokowi-Ma'ruf lebih banyak dipilih oleh petani dan nelayan sebesar 58,5 persen. Sementara petani dan nelayan yang mendukung Prabowo-Sandi hanya 27 persen.

Baca juga: Survei CSIS: Baru 44,8 Persen Masyarakat yang Sudah Punya Pilihan Caleg

Pemilih tertinggi dari Prabowo-Sandi sebanyak 48,2 persen berprofesi sebagai PNS dan guru. Pada pemilih kategori ini, Jokowi-Ma'ruf hanya dipilih 33,7 persen.

Namun secara keseluruhan pemilih, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih dengan memperoleh angka 51,4 persen. Prabowo-Sandi hanya dipilih oleh 33,3 persen responden.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error plus minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X