OTT Terkait Distribusi Pupuk, KPK Amankan Puluhan Kardus Berisi Uang

Kompas.com - 28/03/2019, 17:21 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comJuru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, tim KPK menemukan puluhan kardus berisi uang di salah satu lokasi di Jakarta.

Temuan itu didapatkan saat tim KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (27/3/2019).

"Dalam proses berjalan, KPK menemukan puluhan kardus berisi uang di salah satu lokasi di Jakarta. Uang-uang tersebut kami amankan karena diduga terkait dengan pokok perkara," kata Febri dalam keterangan tertulis, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Direksinya Diduga Terjaring OTT KPK, Ini Komentar Pupuk Indonesia

Meski demikian, Febri enggan menjelaskan secara rinci jumlah uang yang ditemukan tersebut. KPK akan menyampaikan secara rinci hasil OTT ini melalui konfefensi pers, Kamis malam.

"Hasil dari OTT kemarin akan disampaikan malam ini melalui konferensi pers di KPK," ujar Febri.

KPK diketahui sejauh ini mengamankan total 8 orang dalam OTT tersebut.

Mereka berasal dari unsur direksi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, pengemudi dan seorang anggota DPR.

Baca juga: OTT Terkait Distribusi Pupuk, Wapres Sebut Perlu Kaji Ulang Subsidinya

Dalam kasus ini, KPK menduga akan terjadi penyerahan sejumlah uang terkait kepentingan distribusi pupuk.

"Yang pasti ada kebutuhan distribusi pupuk dari salah satu BUMN yang memproduksi dan mengelola pupuk menggunakan kapal pihak swasta, diduga transaksi yang terkait dengan itu," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X