Pasang Target 70 Persen Suara di Kaltim, Jokowi Minta Pendukungnya Kampanye "Door to Door"

Kompas.com - 28/03/2019, 13:31 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau, Selasa (26/3/2019). Dalam kampanye di hadapan ribuan massa pendukung, kader dan caleg parpol koalisi, Jokowi menyampaikan sejumlah program unggulan dan proyek strategis yang akan dibangunnya di Riau jika nanti terpilih lagi sebagai presiden. SETPRES/AGUS SOEPARTOCapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau, Selasa (26/3/2019). Dalam kampanye di hadapan ribuan massa pendukung, kader dan caleg parpol koalisi, Jokowi menyampaikan sejumlah program unggulan dan proyek strategis yang akan dibangunnya di Riau jika nanti terpilih lagi sebagai presiden.

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Calon Presiden Joko Widodo meminta pendukungnya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan perolehan suara di atas 70 persen di Kalimantan Timur pada Pilpres 2019.

Saat Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla unggul dengan perolehan 63,38 persen (1.190.156 suara) di Kaltim.

Sementara Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh 36,62 persen (687.734 suara).

"Di tahun 2014 kita sudah 63 persen di Kaltim, 2019 tadi pak ketua (TKD) menyampaikan minimal 70 persen, nanti tanggal 17 (April) sore saya telepon ketua...akan menanyakan berapa kita di Kaltim...kalau di bawah 70, awas," kata Jokowi saat kampanye terbuka di gedung Dome Sport Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (28/3/2019), seperti dikutip Antara.

Baca juga: Survei CSIS: Jokowi-Maruf 51,4 Persen, Prabowo-Sandi 33,3 Persen

Untuk itu, Jokowi meminta semua pendukungnya untuk melakukan ketuk pintu dari rumah ke rumah untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait kinerja pemerintahannya selama lima tahun ini.

Selain, lanjutnya, untuk menepis berbagai isu-isu negatif yang menyerangnya, seperti larangan azan, kawin sejenis dilegalkan serta dihapusnya pendidikan agama dari kurikulum sekolah.

"Itu fitnah, hoaks, itu bohong...harus diluruskan," kata Jokowi yang didampingi istrinya, Iriana Jokowi.

Baca juga: Kampanye Terbuka di Balikpapan, Jokowi Singgung Proyek Mangkrak di Era SBY

Jokowi juga menjanjikan akan membawa Indonesia hijrah menjadi negara maju, dari saat ini sebagai negara berkembang.

"Makanya kita bangun infrastruktur agar memperkuat fondasi, agar bisa bersaing dengan negara lain," katanya.

Mantan Walikota Solo ini mengatakan, sumber daya manusia Indonesia sudah bagus sehingga bisa menjadi pondasi kokoh, menjadi negara maju.

Baca juga: Maruf Amin: Rabu Putih, Pilih Pasangan yang Pakai Baju Putih

Jokowi kembali berpesan di akhir orasinya bahwa pada 17 April mengajak semua keluarga dan teman untuk mengenakan baju putih dan menyukseskan pemilu serentak 2019.

"Saya yakin, Insya Allah kalau kita semua bekerja keras, bersatu nanti di Kaltim Insya Allah di atas 70 persen," harap Jokowi.

Dalam kampanye terbuka di Balikpapan ini, Jokowi didampingi Ketua TKN Erick Thohir, Wakil Ketua TKN Moeldoko, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra, tokoh pergerakan wanita yang juga putri almarhum Gus Dur Yenny Wahid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Kemenkes Sebut Sesak Napas sebagai Gejala Utama Pasien Varian Omicron yang Meninggal

Nasional
Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Nasional
Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Nasional
Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Nasional
Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Nasional
Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Nasional
Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena 'President’s Men' Tak Bisa Dihindari...

Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena "President’s Men" Tak Bisa Dihindari...

Nasional
Ini Hadiah yang Diberikan Kader PDI-P Saat Ulang Tahun Megawati

Ini Hadiah yang Diberikan Kader PDI-P Saat Ulang Tahun Megawati

Nasional
Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Nasional
Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Nasional
Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Nasional
Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Nasional
Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Nasional
Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Nasional
PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.