Kampanye Terbuka di Balikpapan, Jokowi Singgung Proyek Mangkrak di Era SBY

Kompas.com - 28/03/2019, 11:38 WIB
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo orasi di depan ribuan pendukung, saat kampanye terbuka di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/3/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTACalon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo orasi di depan ribuan pendukung, saat kampanye terbuka di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden petahana Joko Widodo menyinggung proyek tol Balikpapan- Samarinda saat pidato di kampanye terbuka di Gedung Dome, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

" Jalan tol Samarinda-Balikpapan memang belum selesai. Saya tahu, saya ikuti itu. Tinggal 20 persen saja," ujar dia, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: 5 Fakta Kampanye Jokowi di Kalbar, Janji Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur hingga Pamerkan Kartu Sakti

Ia pun memastikan, proyek tol yang pada awalnya diresmikan pembangunannya oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut akan rampung akhir 2019 ini.

"Akan kita selesaikan akhir-akhir tahun ini. Insya Allah Balikpapan-Samarinda yang jaraknya 99 kilometer dan biasanya itu ditempuh 3 jam, akan ditempuh ya maksimal 1 jam," ujar Jokowi.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah belum selesai sampai di jalur tol itu saja. Pemerintah berencana akan meneruskan pembangunan tol itu sampai ke Bontang.

Baca juga: 5 Janji Kampanye Jokowi untuk Kalimantan Barat, Apa Saja?

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir, dalam siaran pers resminya menambahkan, pembangunan jalan tol itu diyakini membuat distribusi orang maupun barang di Kalimantan akan semakin lancar.

"Masyarakat bisa memanfaatkan untuk transportasi orang maupun logistik yang lebih efisien, dengan demikian ekonomi di Kalimantan akan meningkat," ujar Erick.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki panjang 99 kilometer dan terdiri dari 5 seksi.

Baca juga: Jokowi Kampanye di Balikpapan dan Mamuju, Maruf Amin ke Ponpes di DIY

 

Kemajuan pekerjaan telah mencapai 85,7 persen per 17 Februari 2019. Proyek ini dimulai pada 2010. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dimulainya pembangunan.

Namun, pada 2012 proyek ini terhenti lantaran masalah pendanaan dan harga lahan semakin mahal. Proyek ini pun dilanjutkan November 2015. Jokowi meninjau langsung Maret 2016.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X