Kedua Capres-cawapres "Dihantui" Golput dengan Jenis yang Berbeda

Kompas.com - 27/03/2019, 12:04 WIB
Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTODirektur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat memaparkan hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menilai, kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dibayang-bayangi kelompok yang memilih golput alias golongan putih.

Namun, menurut dia, masing-masing pasangan calon dibayangi jenis golput yang berbeda.

"Kedua kandidat ini sama-sama dihantui oleh golput dengan jenis yang berbeda," kata Hasanuddin saat diskusi 'Analisis Hasil Survei: Mengapa Bisa Beda', di Upnormal Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Ia menilai, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin "terancam" oleh pemilih yang golput karena ideologi.


Baca juga: MUI Hanya Imbau Masyarakat Mencoblos, Tak Haramkan Golput

Golput ideologis adalah pemilih yang menganggap kedua pasangan calon tidak ada yang sesuai dengan ekspektasinya.

Pasangan calon nomor urut 01 itu dinilai paling dirugikan oleh golput kategori ini karena beberapa kebijakan Jokowi dianggap tak sejalan ekspektasi publik.

"Itu lebih berpengaruh ke Jokowi karena kita bisa melihat bahwa di beberapa bulan terakhir itu ada beberapa kebijakan Jokowi yang tidak sesuai dengan ekspektasi publik," kata dia.

Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai paling dirugikan oleh pemilih yang golput apatis.

Baca juga: Ini Tiga Jenis Golput Menurut Pengamat, Ideologis Hingga Apatis

Pemilih dalam kategori golput apatis, kata dia, tidak peduli dengan pesta demokrasi tersebut. Menurut Hasanuddin, pemilih yang golput apatis kebanyakan anak muda.

Oleh karena itu, paslon nomor urut 02 yang paling dirugikan karena banyak pemilihnya yang juga merupakan anak muda.

"Kalau kita baca hasil survei banyak pemilih 02 itu mayoritas anak-anak muda 17-21 tahun. Padahal kalau kita lihat yang golput apatis itu kebanyakan dari pemilih muda atau pemilih pemula," ujar Hasanuddin.

"Sehingga kalau kita lihat pemilih pemula banyak yang paling dirugikan adalah 02 karena potensi suaranya akan berkurang," lanjut dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X