Sandiaga Uno Sebut Pegiat OK OCE Terbanyak Ada di Jakarta Barat

Kompas.com - 25/03/2019, 21:19 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, di GOR Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comCalon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, di GOR Jakarta Utara, Senin (25/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan, Jakarta Barat adalah basis pegiat One Kecamatan One Entrepreneurship (OK OCE) terbanyak di DKI Jakarta. Ia berharap hal itu akan membuka peluang mencetak pengusaha pemula.

"Saya merinding Jakarta Barat adalah basis di mana para pegiat OK OCE-nya paling semangat. Dari 90 ribu pegiat OK OCE, banyak yang berdomisili di Jakarta Barat," ujar Sandiaga saat kampanye terbuka di Gelanggang Olahraga (GOR) Cendrawasih, Jakarta Barat, Senin (25/3/2019).

Baca juga: Mengapa Sandiaga Berani Lempar Janji Buyback Saham Indosat?

Hal itu terlihat dari surat izin usaha OK OCE yang ditemukan di seluruh wilayah DKI Jakarta didominasi pegiat usaha mikro kecil Jakarta Barat.

"Saya berharap semangat ini akan membuka satu peluang, yaitu mencetak pengusaha-pengusaha pemula baru yang akan membuka lapangan pekerjaan," ucapnya.

OK OCE, lanjut Sandiaga, ditargetkan mampu menciptakan dua juta lapangan pekerjaan baru. Target tersebut juga akan dibantu dengan program yang ia garap bersama Prabowo Subianto, yakni rumah siap kerja.

Baca juga: Sandiaga Janji Perbaiki Harga Tangkap Ikan bagi Nelayan di Jakarta Utara

Maka dari itu, tegas Sandiaga, OK OCE dan rumah siap kerja dinilai bisa menjadi solusi atasi pengangguran masyarakat di usia muda.

"Kita bisa pangkas 2 juta pengangguran selama lima tahun ke depan sehingga kita bisa memberikan solusi lapangan pekerjaan yang bisa kita hadirkan mulai dari Jakarta," paparnya.

Sandiaga hadir dalam kampanye terbuka di GOR Cendrawasih tersebut bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua DPD Partai Gerindra Muhammad Taufik.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X