Ini Strategi Jokowi-Ma'ruf Menghadapi Sisa Masa Kampanye

Kompas.com - 24/03/2019, 14:30 WIB
Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Tohir (tengah). KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALKetua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Erick Tohir (tengah).

TANGERANG, KOMPAS.com - Untuk memanfaatkan sisa masa kampanye Pemilu 2019, pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin beserta tim suksesnya akan menerapkan strategi khusus demi mempertebal elektabilitas.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengungkapkan, strategi yang akan digunakan yakni pola pengulangan.

Baca juga: Awali Kampanye Terbuka, Jokowi-Maruf akan Panaskan Banten


"Kemarin, kami sudah rapat pleno. Insya Allah dari titik-titik itu (yang dikunjungi oleh Jokowi atau Ma'ruf), disambangi lima sampai tujuh kali lagi," ujar Erick, di Alun-alun Kota Tangerang, Banten, Minggu (24/3/2019).

Kunjungan ulang setelah yang pertama, lanjut Erick, bukan hanya dilakukan oleh Jokowi atau Ma'ruf lagi. Melainkan oleh juru kampanye nasional lainnya untuk memberikan berbagai penekanan ke calon pemilih.

"Termasuk nanti oleh menteri-menteri ya yang akan cuti untuk berkampanye," ujar Erick.

Baca juga: Hari Pertama Kampanye Terbuka, Ini Daerah yang Dikunjungi Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto menekankan, kampanye yang akan digelar pihaknya, yakni kampanye positif dengan menyebarkan kedamaian dan mengedepankan program serta gagasan.

"Dengan kampanye positif ini, artinya jiwanya sehat. Sementara, mereka yang mengeluarkan kampanye negatif, hoaks dan sebagainya, berarti jiwanya tidak sehat," ujar Hasto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X