Kata Sudirman Said, Prabowo Akan Pilih Orang-orang yang Tak Mempan Disogok

Kompas.com - 22/03/2019, 19:36 WIB
Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said KOMPAS.com/Ihsanuddin Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Sudirman Said mengaku prihatin dengan banyaknya aparat pemerintah dan petinggi partai politik yang terjerat kasus korupsi.

Sudirman mengatakan, jika terpilih pada Pemilihan Presiden 2019, Prabowo-Sandiaga akan memilih aparat pemerintahan yang bersih dan tidak mudah disuap.

"Ini keprihatinan kita bersama dan karena itu akan menjadi pelajaran bagi Prabowo-Sandi untuk betul-betul membangun pemerintahan yang bersih, yang kuat, yang diisi orang-orang yang kompeten dan jujur," ujar Sudirman saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Sudirman Said Kritik Presiden Jokowi soal Perilaku Elite di Lingkarannya


"Insya Allah orang-orang yang oleh Pak Prabowo disebut sebagai incorruptible, orang-orang yang tidak akan mempan dengan sogokan," kata Sudirman.

Sudirman menilai, kepemimpinan Presiden Joko Widodo tak mampu mengendalikan perilaku para elite di lingkungan terdekatnya.

Ia melihat hal itu dari maraknya kasus korupsi yang melibatkan aparat pemerintahan maupun petinggi partai politik.

Mantan Menteri ESDM itu mencontohkan kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy.

Seperti dikutip dari www.kontan.co.id, Romy juga menyebut bahwa sebagai anggota DPR dan ketua umum partai politik, ia hanya meneruskan rekomendasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi kepala kantor wilayah agama di daerah.

Baca juga: Sudirman Said: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jateng Melorot Luar Biasa...

Romy mengatakan, nama Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanudin misalnya yang juga terlibat dalam kasus suap itu merupakan hasil dari rekomendasi ulama setempat, yakni Kiai Asep Saifudin Halim dan Gubernur Jawa Timur terpilih saat itu, Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Sudirman, Jokowi seharusnya memberikan pengaruh yang baik terhadap orang-orang terdekat.

"Itu artinya Pak Jokowi tidak mampu memberikan satu influence, memberikan satu pengaruh yang baik sehingga orang sekitarnya agar terjaga dari praktik korupsi," kata Sudirman.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X