Diajak Satukan PPP, Humphrey Ingatkan agar Tak Ada Intervensi Pihak Lain

Kompas.com - 22/03/2019, 19:05 WIB
Ketua umum PPP hasil muktamar Jakarta Humphrey Djemat saat menyatakan dukungan di kediaman Prabowo, Jaalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua umum PPP hasil muktamar Jakarta Humphrey Djemat saat menyatakan dukungan di kediaman Prabowo, Jaalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) hasil muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyambut baik pernyataan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa untuk menyatukan kembali PPP.

Namun, dia mengingatkan proses islah harus dilakukan sungguh-sungguh tanpa intervensi dari pihak luar.

"Kalau bisa dibuat satu format dan format itu disetujui semua pihak baik PPP Jakarta dan PPP Pak Suharso, itu sangat bagus sekali. Ini butuh waktu menurut saya dan satu lagi saya ingatkan, penguasa dalam hal ini harus netral tidak boleh memihak," ujar Humphrey ketika dihubungi, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Sambut Pernyataan Plt Ketum PPP, Humphrey Djemat Harap Ajakan Bersatu Tak Hanya Lip Service

Menurut dia, masalah ini harus diselesaikan oleh internal PPP tanpa campur tangan pihak lain, termasuk penguasa.

Ia juga mengingatkan bahwa masalah dualisme kepengurusan PPP sudah terjadi begitu lama.

Oleh karena itu, penyelesaian permasalahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh keseriusan dari dua kubu.

Keseriusan ditunjukkan dengan mengakomodasi kepentingan dua belah pihak.

Humphrey tidak mau jika proses islah diwarnai pemaksaan dari salah satu kubu.

Baca juga: Plt Ketum PPP Ajak Kubu Humphrey Djemat untuk Bersatu

"Jadi benar-benar diserahkan ke PPP dan PPP nanti membuat suatu proses yang katakanlah bisa menunjukan adanya asas yang fair dan juga demokratis sehingga penyatuannya enggak semu. Jangan kata-katanya bersatu tapi isinya tidak bersatu," kata dia.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa berharap Kubu PPP versi muktamar Jakarta yang saat ini dipimpin oleh Humphrey Djemat untuk bersatu.

Ia menilai secara kelembagaan tidak ada dua PPP.

"Saya bilang kalau secara legal formal saya itu sudah selesai, tidak ada dua PPP itu enggak ada. Bahwa secara kultural ada yang merasa belum bergabung, saya bilang dalam keadaan begini, ayo kita gabung," kata Suharso di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait 'Swab Test' Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Terkait "Swab Test" Rizieq Shihab, Polri Akan Periksa 4 Direktur RS Ummi Bogor

Nasional
Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Paslon Cellica-Aep Siapkan Program Keagamaan untuk Kabupaten Karawang

Nasional
Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Penangkapan Edhy Prabowo, LP3ES: Seperti Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Polri Usut Tuntas Aksi Teror di Kabupaten Sigi

Nasional
Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Di HUT PSI, Jokowi: Indonesia Butuh Lebih Banyak Anak Muda Berani dan Gesit

Nasional
PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

PKS Targetkan Perolehan Suara Minimal 15 Persen pada Pemilu 2024

Nasional
Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Sebaran 6.267 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Pasca-aksi Teror di Sigi, Mahfud Minta Pimpinan Umat Beragama Tak Terprovokasi Isu SARA

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 29 November: Ada 70.792 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

UPDATE 29 November: Bertambah 169, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 16.815 Orang

Nasional
UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 29 November: 42.903 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 29 November: Ada 71.658 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE: 6.267 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

UPDATE 29 November: Tambah 3.810, Total Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 445.793

Nasional
Banjir di Tebing Tinggi, Ribuan Rumah Terendam dan 114 KK Mengungsi

Banjir di Tebing Tinggi, Ribuan Rumah Terendam dan 114 KK Mengungsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X