Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TKN dan Tirto.id Sepakat Kasus Meme Hoaks Diselesaikan di Dewan Pers

Kompas.com - 22/03/2019, 13:15 WIB
Christoforus Ristianto,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tirto.id sepakat kasus meme yang dinilai merugikan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin diselesaikan di Dewan Pers. Hal itu didasarkan pada Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kami sudah melakukan mediasi antara TKN dengan Tirto.id dan bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini di Dewan Pers sesuai dengan prosedur yang berlaku ketika ada keberatan oleh pihak tertentu terhadap produk pemberitaan atau jurnalistik," ujar Wakil Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: LBH Pers Sarankan Meme Hoaks yang Dilaporkan TKN Tak Berlanjut ke Kepolisian

Sebelumnya,TKN melaporkan Tirto.id ke Dewan Pers karena meme yang dinilai merugikan Ma'ruf.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Irfan Pulungan mengatakan, kasus meme tersebut diharapkan menjadi masalah terakhir pada Pemilu 2019 yang menyangkut pemberitaan media. 

"Kami tidak menginginkan berhadapan dengan media, kami tidak ingin melawan media. Yang kami inginkan adalah bekerja sama memerangi hoaks," papar Irfan, Selasa (19/3/2019).

Baca juga: TKN Jokowi-Maruf Laporkan Tirto.id ke Dewan Pers Terkait Meme Hoaks

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi Tirto.id yang telah mengakui kesalahan dan memberikan pernyataan maafnya.

Pemimpin redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro menambahkan, juga kembali menyampaikan permintaan maafnya saat mediasi. Ia juga mengakui kecerobohan yang merugikan Ma'ruf Amin.

"Dengan ini saya pemred Tirto.id meminta maaf secara terbuka atas produk yang dihasilkan, kamu mengakui kesalahan dan minta maaf. Kami juga sudah merevisi produk tersebut dan menyampaikan permintaan maaf sebelum TKN melaporkan ke Dewan Pers," ucap Sapto.

Kompas TV Pemimpin Redaksi Tirto.id, Sapto Anggoro, mengatakan akan memberikan keterangan setelah dilaporkan ke Dewan Pers terkait dengan meme pasca #debatcawapres yang dinilai tidak benar.<br /> Sapto juga mengatakan selain meminta maaf lewat akun media sosial, redaksi Tirto.id juga sudah menyampaikan secara langsung permintaan maaf kepada TKN #Jokowi-MarufAmin.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Satkar Ulama Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar Lagi, Doakan Menang Aklamasi

Satkar Ulama Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar Lagi, Doakan Menang Aklamasi

Nasional
Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Gibran Temui Prabowo di Kertanegara Jelang Penetapan Presiden-Wapres Terpilih

Nasional
KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

Nasional
Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Nasional
PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

Nasional
Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Nasional
Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Nasional
KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

Nasional
Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Nasional
Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Nasional
Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Nasional
Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk 'Distabilo' seperti Era Awal Jokowi

Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk "Distabilo" seperti Era Awal Jokowi

Nasional
Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Nasional
KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

Nasional
Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com