Survei Litbang Kompas: Sandiaga Kuasai Pemilih Milenial, Ma'ruf Berjaya di Kelompok Tua

Kompas.com - 22/03/2019, 07:36 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari segi kesukaan terhadap cawapres, terekam bahwa mereka yang berusia di atas 53 tahun (generasi baby boomer dan silent generation) cenderung lebih menyukai Amin. Sementara responden dari usia 17 hingga 52 tahun (generasi Z hingga generasi X) condong lebih menyukai Sandi.

Hal tersebut tampak pada survei yang dilakukan Litbang Kompas dan diterbitkan pada harian Kompas, Jumat 22 Maret 2019. Survei dilakukan terhadap  2.000 responden di 34 provinsi dengan margin of error +/- 2,2 persen.

Di kelompok pemilih pemula (Gen Z) dengan rentang usia di bawah 22 tahun, Sandiaga lebih banyak disukai dengan 50,6 persen. Sementara Ma'ruf Amin 30,1 persen.

Sisanya ada yang menjawab tidak ada, tidak tahu, tidak menjawab/rahsia.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Sandiaga Lebih Berperan Tingkatkan Elektabilitas daripada Maruf

Sementara di kelompok milenial muda (Gen Y) dengan usia 22-30 tahun, Sandiaga masih tetap disukai dengan 45,4 persen. Sementara Ma'ruf 35,5 persen.

Survei Litbang Kompas terkait sosok cawapres pada Pilpres 2019. Survei ini terbit pada harian Kompas, Jumat, 22 Maret 2019.Survei Litbang Kompas Survei Litbang Kompas terkait sosok cawapres pada Pilpres 2019. Survei ini terbit pada harian Kompas, Jumat, 22 Maret 2019.
Sisanya ada yang menjawab tidak ada, tidak tahu, tidak menjawab/rahsia.

Di kelompokk milenial tua (Gen Y) dengan suai 31-40 tahun juga demikian. Sandiaga masih tetap lebih diskusi dengan 41 persen. Sementara Ma'ruf 34,3 persen.

Sisanya ada yang menjawab tidak ada, tidak tahu, tidak menjawab/rahsia.

Sedangkan di kelompok gen X dengan usia 41-52 tahun, Sandiaga juga lebih diskusi meski hanya berjarak tipis dengan Ma'ruf. Sandiaga disukai 42,6 persen Gen X yang menjadi sampel, sementara Ma'ruf 38,1 persen.

Sisanya ada yang menjawab tidak ada, tidak tahu, tidak menjawab/rahasia.

Baca juga: Survei Litbang Kompas, Ini Pilihan Capres-Cawapres Berdasarkan Wilayah

Kesukaan terhadap Ma'ruf baru signifikan terasa di kelompok tua yakni Baby Boomers dengan rentang usia 53-71 tahun. Pada kelompok ini, Ma'ruf disukai 40 persen, sementara Sandiaga 34,1 persen.

Di kelompok usia yang lebih tua yakni di atas 71 tahun (silent gen), Ma'ruf pun kembali disukai dengan 61,5 persen. Sedangkan Sandiaga hanya 19,2 persen.

Sisanya ada yang menjawab tidak ada, tidak tahu, tidak menjawab/rahsia.

Hal yang terlihat berbeda juga dapat dilihat dari tingkat pendidikan pemilih. Pendukung Sandi mayoritas berpendidikan menengah dan tinggi (65,8 persen). Sementara pendukung Amin terbanyak adalah berpendidikan menengah ke bawah (87,4 persen).

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error +/- 2,2 persen.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Belum Ada Penelitan Tunjukkan Virus Corona B.1.1.7 Lebih Mematikan

Jokowi: Belum Ada Penelitan Tunjukkan Virus Corona B.1.1.7 Lebih Mematikan

Nasional
Jokowi: Indonesia Telah Memiliki 38 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Jokowi: Indonesia Telah Memiliki 38 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
VIDEO: Cerita Pasien 01 Covid-19 Sita Tyasutami soal Penyakit dan Stigma yang Dialaminya

VIDEO: Cerita Pasien 01 Covid-19 Sita Tyasutami soal Penyakit dan Stigma yang Dialaminya

Nasional
Kementerian PAN-RB Siapkan Penerimaan 189.000 Pegawai Pemda di Seluruh Indonesia

Kementerian PAN-RB Siapkan Penerimaan 189.000 Pegawai Pemda di Seluruh Indonesia

Nasional
ICW Menentang Rencana KPK Terbitkan SP3

ICW Menentang Rencana KPK Terbitkan SP3

Nasional
Kasus Pengadaan Alkes Unair, Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Rp 14,1 Miliar

Kasus Pengadaan Alkes Unair, Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Rp 14,1 Miliar

Nasional
KPK: Terungkapnya Kasus Suap di Ditjen Pajak Berasal dari Laporan Masyarakat

KPK: Terungkapnya Kasus Suap di Ditjen Pajak Berasal dari Laporan Masyarakat

Nasional
KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

Nasional
Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Nasional
Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Nasional
Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Nasional
ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Nasional
Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X