Sambut Pernyataan Plt Ketum PPP, Humphrey Djemat Harap Ajakan Bersatu Tak Hanya Lip Service

Kompas.com - 22/03/2019, 06:47 WIB
Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat, dalam sebuah diskusi di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat, dalam sebuah diskusi di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) hasil muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menanggapi positif pernyataan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa untuk bersatu.

Namun, Humphrey berharap ajakan itu bukan hanya pernyataan normatif di depan media saja.

"Maksud saya ini jangan lip service saja. Jangan hanya manis di mulut tetapi benar-benar diimplementasikan. Jangan hanya kulitnya saja," ujar Humphrey kepada Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Humphrey mengatakan sejak awal dia memang ingin PPP bisa bersatu kembali. Dia mengaku mengupayakan hal itu ketika PPP dipimpin oleh Romahurmuziy. Namun, kata Humphrey, Romy (sapaan Romahurmuziy) menolak ajakan itu hingga akhirnya PPP versi muktamar Jakarta berganti ketum.

"Dari pihak saya juga sama punya niat baik untuk menyatukan PPP. Tetapi saya melihat momentumnya. Apakah pergantian Romy ke Pak Suharso merupakan satu momentum menyatukan PPP? Ya Insya Allah itu yang kita harapkan," kata Humphrey.

Namun, kata Humphrey, PPP baru bisa bersatu jika islah dilakukan secara serius. Artinya aspirasi kedua kubu harus diakomodasi. Humphrey mengatakan perselisihan mengenai dualisme kepengurusan ini sudah berlangsung begitu lama. Dia yakin menyelesaikannya tidak semudah membalikan telapak tangan.

Jika ada upaya untuk islah, format partai harus disepakati kedua belah pihak. Selain itu, tidak boleh ada intervensi dari penguasa. Dengan begitu harapannya masalah ini bisa benar-benar selesai dalam jangka panjang.

Bagaimanapun, pernyataan Suharso adalah awal yang baik dari rencana menyatukan kembali PPP. Humphrey menanti langkah nyata Suharso untuk mewujudkan itu. Dia siap bertemu Suharso untuk memulai langkah islah itu.

"Ini kan baru kepada media, sampai saat ini belum ada utusan ke saya untuk itu atau bisa juga nanti Pak Suharso diatur untuk ketemu saya, face to face langsung. Saya bersedia di mana saja, kapan saja untuk bertemu Pak Suharso," kata Humphrey.

"Kita harus punya tekad baik benar-benar untuk menyatukan PPP," tambah dia.

Ajakan bersatu dari Suharso

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa berharap Kubu PPP versi muktamar Jakarta yang saat ini dipimpin oleh Humphrey Djemat untuk bersatu. Ia menilai secara kelembagaan tidak ada dua PPP.

"Saya bilang kalau secara legal formal saya itu sudah selesai, tidak ada dua PPP itu enggak ada. Bahwa secara kultural ada yang merasa belum bergabung, saya bilang dalam keadaan begini, ayo kita gabung," kata Suharso di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019).

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X