Jokowi-Ma'ruf Unggul di Survei Indo Barometer, TKN Tak Mau Terlena

Kompas.com - 21/03/2019, 17:05 WIB
Joko Widodo dan Maruf Amin KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOJoko Widodo dan Maruf Amin

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional ( TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Roslan P Roeslani, mengatakan, TKN tidak mau terlena dengan hasil survei sejumlah lembaga.

Meskipun hasil survei tersebut menyebutkan elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul daripada paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal ini disampaikan menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 50,2 persen sedangkan Prabowo-Sandiaga 28,9 persen.

Baca juga: Jubir BPN Prabowo-Sandiaga: Lembaga Survei Sering Error

Selisih elektabilitas kedua pasangan ini 21,3 persen.

"Karena kalau dilihat secara keseluruhan dari survei-survei ini, termasuk dari Kompas, itu kami tetap leading. Semua itu leading-nya double digit. Mau dibilang 11 persen, 15 persen, mau dibilang 20 persen, itu semua 2 digit," ujar Roslan usai konferensi pers oleh Indo Barometer di Hotel Century Park, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

"Tapi kita di TKN tidak pernah merasa puas, 'Oh kita terlena', tidak pernah. Saya sampaikan justru survei ini membuat militansi kita semakin tinggi," tambah dia.

Roslan mengatakan, semua survei akan dijadikan bahan untuk mengevaluasi kinerja TKN Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Tanggapi Survei Indo Barometer, BPN Heran Jokowi-Maruf Masih Panik meski Unggul

Harapannya, bisa semakin memperbesar selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga.

"Buat kami, hasil survei ini untuk melakukan evaluasi apa yang perlu kita lakukan," kata Roslan.

Adapun, survei Indo Barometer ini dilakukan pada 6-12 Februari 2019. Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan margin of error sekitar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen.

Metode penarikan survei menggunakan multistage random sampling. Pembiayaan survei ini oleh internal Indo Barometer.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen MUI Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Terkait Covid-19

Sekjen MUI Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Terkait Covid-19

Nasional
Meski Ada Wabah Corona, Pemerintah Tak Bisa Larang WNI Kembali ke Tanah Air

Meski Ada Wabah Corona, Pemerintah Tak Bisa Larang WNI Kembali ke Tanah Air

Nasional
Penjelasan Polri soal Calon Perwira Polisi yang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test

Penjelasan Polri soal Calon Perwira Polisi yang Positif Covid-19 Seusai Rapid Test

Nasional
Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Pemeriksaan dengan Mesin TB-TCM Diprioritaskan untuk Daerah yang Banyak Kasus Covid-19

Nasional
PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

PBNU: Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, Tak Boleh Ada Penghinaan

Nasional
Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor untuk Cegah Covid-19 di Penjara

Nasional
Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Pemerintah Sebut Tidak Punya Data Pemeriksaan Harian dari Spesimen Covid-19

Nasional
Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Ampuhkah Masker Kain Cegah Penularan Covid-19?

Nasional
Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Update per 1 April: Total 1.667 Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Metode Pemeriksaan Baru

Nasional
Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Jokowi Akhirnya Blak-blakan soal Alasan Tak Mau Lockdown...

Nasional
PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

PP Pembatasan Sosial Berskala Besar Dibuat agar Pemerintah dan Gugus Tugas Bisa Lebih Tegas dan Disiplin

Nasional
Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan Ahli Asuransi Irvan Rahardjo

Nasional
Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Polisi Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer

Nasional
Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Komisi IV DPR: Kebijakan Pemerintah Kendalikan Penyebaran Covid-19 Kurang Efektif

Nasional
Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Alissa Wahid Nilai Perlu Kepastian Sarana dan Prasarana Kesehatan dalam Hadapi Corona

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X