Kompas.com - 21/03/2019, 16:17 WIB
Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia. ANTARA FOTO/Jason Gultom/wpa/wsj. ANTARA FOTO/Jason GultomGaris polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia. ANTARA FOTO/Jason Gultom/wpa/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, keluarga terduga teroris YS yang ditangkap di Klaten, Jawa Tengah, tidak terpapar radikalisme.

Hal itu yang membuat YS tega meninggalkan suami serta anaknya untuk bergabung dengan kelompok teroris jaringan Sibolga.

"Enggak (terpapar), makanya karena suami dan anaknya tidak mengikuti apa yang dikehendaki, (YS) meninggalkan suaminya," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Klaten Rela Tinggalkan Keluarga dan Jual Aset

Setelah meninggalkan keluarganya, YS pun disebutkan akan menikah dengan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH), seorang tokoh penting di jaringan Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/3/2019).

YS juga berencana menjual rumah dan tanahnya yang akan digunakan sebagai modal untuk melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan.

YS bahkan sudah mendapatkan down payment sebesar Rp 5 juta. Sebagiannya diberikan kepada P, terduga teroris jaringan Sibolga yang ditangkap di Lampung, sebagai uang transportasi.

Baca juga: Terduga Teroris yang ditangkap di Klaten Berencana Buat Bom Mobil

Namun, rencana tersebut gagal karena P ditangkap terlebih dahulu di Lampung, Sabtu (9/3/2019). Kemudian, aparat menangkap AH di Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (13/3/2019).

"AH kebetulan ketangkap, padahal dia (YS) mau nyusul dengan menggadaikan rumah dan tanahnya. Sudah dapat DP Rp 5 juta, dibawa ke Lampung, ketemu P, kasih P Rp 3 juta, kirim ke sono untuk beli alat-alat, beli bahan peledak," ungkapnya.

Diketahui, YS alias Khodijah ditangkap aparat di Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (14/3/2019) sore.

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Klaten Akan Diperistri Husain, Ahli Bom JAD Sibolga

Namun, YS tewas karena diduga bunuh diri dengan cara menenggak zat kimia keras. Aparat menemukan YS dalam kondisi sakit pada Senin (18/3/2019). Saat itu ia sedang diperiksa di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Setelah pertolongan pertama tidak membuahkan hasil, aparat melarikan YS ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa YS tidak tertolong.

Para terduga teroris ini diduga tergabung dalam satu jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Kompas TV Kapolda Sumatera Utara menyatakan penangkapan dua terduga teroris di Kota Tanjung Balai berhubungan dengan teror di Kota Sibolga. Seorang perempuan berinisial R ditangkap karena diduga terlibat aksi teror. Kapolda Sumatera Utara menyatakan penangkapan berhubungan dengan Abu Hamzah karena istri Abu Hamzah menyarankan agar dirinya menikah lagi. Rencananya Abu Hamzah akan menjadikan R sebagai istri keduanya. #teroris #Sibolga#SumateraUtara
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Nasional
Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Nasional
Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Nasional
Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Nasional
Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Nasional
Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Nasional
Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.